INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Kementerian PUPR berinisiatif melaksanakan percepatan Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) dengan 40 bank mitra pada 21 Desember 2017 lalu.

Hal ini, turut menjadi pemacu suplai rumah subsidi oleh Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) karena proses akad kredit sudah bisa dilakukan pada Januari 2018.

Titik fokus pembangunan rumah rakyat oleh REI masih akan diprioritaskan pada empat target pasar yakni PNS, TNI/Polri, pekerja di sekitar kawasan industri, dan kelompok masyarakat sektor informal.

"Saya kira program PSR (Program Sejuta Rumah) ini baik sekali, sehingga kami harus dukung. Ini menunjukkan pengembang masih punya idealisme dan kesempatan yang sama mulia untuk membantu negara sesuai kompetensi kami yakni membangun rumah. REI harus berbuat banyak melalui program ini," kata Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata di Jakarta, Rabu (31/1/2018).

REI berharap dengan mendukung PSR sekaligus dapat menjadi trigger (pemicu) bagi bisnis anggota-anggotanya di daerah. Karena mayoritas anggota REI adalah pengembang rumah subsidi yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Semakin banyak pengembang di daerah yang bergerak, maka lapangan kerja di daerah yang terbuka. Hal itu sejalan dengan keinginan Presiden Jokowi untuk mendorong pemerataan pembangunan di seluruh daerah di Tanah Air," katanya.

Ke depan, lanjut Soelaeman, REI terus berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan kualitas rumah subsidi yang dibangun oleh anggotanya sesuai arahan pemerintah.