INDUSTRY.co.id, Tangerang -PT Jaya Real Property Tbk secara resmi telah melangsungkan penyelesaian konstruksi (Topping Off) Breeze Tower di kawasan Mixuse Bintaro Plaza Residences (BPR) pada Rabu 31 Januari 2018.
GM Property Development II JRP mengatakan kegiatan topping off merupakan bentuk komitmen perusahaan kepada pembeli. Adapun pembangunan untuk tower kedua ini memakan biaya Rp 450 miliar
Sejak dipasarkan tahun 2015 lalu Breeze Tower sudah terjual 80 persen dan direncanakan serta terima pada Februari 2019. Ini bentuk komitmen kami untuk memberikan yang terbaik kepada pembeli dengan menyelesaikan konstruksi tepat waktu, ujarnya dalam konferensi persnya di Bintaro.
Dikembangkan di lahan seluas 29 hektar, Breeze tower mengusung konsep transit oriented development (TOD) yang mendekatkan hunian dengan stasiun kereta dan menyediakan akses transportasi publik.
Terletak di Selatan kota Jakarta, tepatnya di jantung Bintaro Jaya menyebabkan BPR dilengkapi dengan infrastruktur yang berkembang dengan baik diantaranya adalah jalan tol, feeder bus trans bintaro dan in-trans bintaro, stasiun kereta api dan transportasi pendukung lainnya.
Menurutnya, sejak dipasarkan tahun 2015 lalu Breeze tower dijual seharga Rp 411 jutaan, namun sekarang ini potensi return of investment (ROI) mencapai 42 persen untuk tipe studio saja saat ini dipasarkan dikisaran Rp 502 jutaan.
Berkaca dari kesuksesan tower pertama, potensi return of investment hingga 42 persen dan rental rate 10 persen. Ini membuktikan BPR adalah produk investasi bernilai tinggi, ujar dia
Sementara itu, Manajer Pemasaran Bintaro Plaza Residences Dimas Prasasto mengatakan, breeze tower memiliki total jumlah 930 unit yang terbagi menjadi tiga tipe unit. Yaitu 550 unit tipe studio, 290 unit tipe 1 BR, dan 90 unit tipe 2 BR yang dibanderol mulai dari Rp 502 jutaan.
Pembeli Breeze Tower didominasi oleh range usia 30-40 tahun dan berdomisili di Jabodetabek. Setiap transaksi dalam periode 1 Januari hingga 31 Maret 2018, Breeze Tower menawarkan kemudahan cara pembayarannya mulai dari KPA dengan uang muka 5 persen, uang muka yang bisa dicicil selama tiga tahun, dan booking fee yang perlu dibayarkan oleh calon konsumen hanya sebesar Rp 5 jutaan.