Produksi CPO 2018 Diprediksi Naik 10 Persen

Oleh : Hariyanto | Rabu, 31 Januari 2018 - 16:15 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memprediksikan produksi minyak sawit mentah (CPO) nasional naik 10 persen dibandingkan 2017 yang mencapai 38,17 juta ton.

Sekretaris Jenderal GAPKI Togar Sitanggang dalam paparan Refleksi Industri Kelapa Sawit 2017 dan Prospek 2018 di Jakarta, Selasa mengatakan, kenaikan tersebut dipengaruhi pemulihan tanaman setelah terkena dampak La Nina pada 2015.

"Tahun 2018 prospeknya bagus. Produksi minyak sawit Indonesia tahun ini akan tumbuh 10 persen, karena tanaman sudah pulih kembali," katanya.

Selain itu, tambahnya, pada tahun ini diperkirakan terjadi fenomena alam La Nina yang berarti terjadi banyak turun hujan, sementara tanaman sawit membutuhkan banyak air, sehingga mendorong peningkatan produksi.

"Fenomena alam La Nina merupakan siklus empat tahunan yang mana tiga tahu lalu yakni 2015 Indonesia mengalami El Nino yang menyebabkan kekeringan sehingga produksi sawit menurun," katanya.

Penurunan produksi sawit pada 2015 masih terasa hingga 2016 meskipun terjadi peningkatan, namun pada 2017 kembali meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Togar mengungkapkan, pada 2017, berdasarkan data yang diolah GAPKI, produksi CPO mencapai 38,17 juta ton dan PKO sebesar 3,05 juta ton sehingga total keseluruhan produksi minyak sawit Indonesia adalah 41,98 juta ton.

Produksi tersebut meningkat sebesar 18 persen jika dibandingkan dengan 2016 yaitu 35,57 juta ton yang terdiri dari CPO 32,52 juta ton dan PKO 3,05 juta ton. Sementara itu stok minyak sawit Indonesia pada akhir tahun 2017 adalah 4,02 juta ton.

"Yang perlu diwaspadai kembali yakni nanti pada 2019 karena menurut siklus empat tahunan Indonesia kembali mengalami El Nino," katanya.

Sepanjang 2017, kata Togar, kekhawatiran akan adanya kebakaran lahan dapat teratasi dengan baik, hampir tidak ada kasus kebakaran di perkebunan kepala sawit.

Menurut dia, GAPKI dan perusahaan anggotanya telah melakukan berbagai upaya mencegah terjadi kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di sekitar konsesi dengan pembentukan Desa Siaga Api diberbagai daerah dan sampai pada akhir 2017.

"Tercatat lebih dari 572 Desa Siaga Api yang dibentuk oleh perusahaan anggota GAPKI dengan berbagai nama," tuturnya.

Dia mengatakan, pelatihan antisipasi dan mitigasi karlahut juga dilaksanakan di berbagai daerah, yang akan terus ditingkat dan dilanjutkan untuk ke depannya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 14:30 WIB

Asaki Desak Pemerintah Terapkan Safeguard dan Pembatasan Kouta Impor Keramik Asal India dan Vietnam

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan, saat ini impor produk keramik dari India dan Vietnam angkanya sudah sangat mengkhawatirkan.

Sekjen Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono saat memberikan penghargaan industri hijau (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 13:02 WIB

Penerapan Industri Hijau Mampu Hemat Energi Sebesar Rp 3,49 Triliun

Berdasarkan data self asessment industri tahun 2018, dapat dihitung penghematan energi sebesar Rp 3,49 triliun dan penghematan air sebesar Rp 228,9 miliar.

(kiri) Direktur Bisnis Komersil BRIsyariah Kokok Alun Akbar

Senin, 16 Desember 2019 - 12:45 WIB

BRI Syariah Tingkatkan Potensi Bisnis Muhammadiyah

Jakarta--- BRIsyariah menandatangani nota kesepahaman bersama PP Muhammadiyah pada 16 Desember 2019. Penandatanganan tersebut dilakukan di Jakarta. Nota kesepahaman ditandatangani oleh Direktur…

Bluebird Group Gandeng HMD Global Hadirkan Pengalaman Mobile Bagi Pengemudi dan Konsumen

Senin, 16 Desember 2019 - 11:34 WIB

Bluebird Group Gandeng HMD Global Hadirkan Pengalaman Mobile Bagi Pengemudi dan Konsumen

Sebagai bagian dari kemitraan ini, Bluebird Group akan mendapatkan harga khusus untuk sejumlah tipe smartphone Nokia guna memastikan para pengemudi mendapatkan teknologi yang mereka perlukan…

Toni EB Subari, Direktur Utama Mandiri Syariah bersama Muhammadiyah

Senin, 16 Desember 2019 - 10:56 WIB

Mandiri Syariah Salurkan Pembiayaan Senilai Rp1,5 Triliun ke Muhammadiyah

Jakarta-PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) perkuat kerja sama dengan Muhammadiyah melalui penyediaan fasilitas pembiayaan senilai total Rp1,5 triliun.