INDUSTRY.co.id - Jakarta- Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization, FAO) menilai integrasi antar-institusi dan lembaga dalam pengawasan keamanan pangan di Indonesia harus ditingkatkan untuk menjaga keamanan produk pangan bagi masyarakat.
Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste Mark Smulders dalam acara sosialisasi penilaian sistem pengawasan pangan yang dilaksanakan di Jakarta, Rabu (24/1/218) mengatakan kerja sama dan koordinasi antar-kementerian-lembaga dalam pengawasan pangan masih terfragmentasi.
"Pada dasarnya kinerja institusi yang berkompetensi sudah baik, namun perlu koordinasi dan kolaborasi dari otoritas berwenangan satu sama lain," kata Mark seperti dilansir Antara.
Keterlibatan pemerintah Indonesia dalam keamanan pangan internasional dan tata kelola pengawasan pangan dinilai sangat kuat.
Selain itu, FAO menilai sistem yang sudah ada membuat petugas yang terlibat jadi berkualifikasi tinggi.
Namun, Mark menekankan pada pentingnya kerja sama antar- kementerian-lembaga yang berwenang hingga menciptakan jaringan keamanan pangan secara nasional.
Di level kinerja kementerian-lembaga, FAO menilai setiap institusi telah memberikan pelayanan dengan baik meski masih kurang dalam ragam program, konsistensi, dan koordinasi.
Sementara pemerintah dalam tingkat nasional dinilai mempunyai pemahaman yang baik tentang risiko, namun belum mendapatkan gambaran jelas tentang risiko yang diprioritaskan untuk dilakukan pencegahan secara nasional.
Hal itu disebabkan oleh minimnya integrasi data antar-kementerian-lembaga, dan masing-masing pihak berwenang cenderung bekerja sendiri-sendiri.
FAO pada tahun lalu melakukan penilaian terhadap sistem pengawasan pangan di Indonesia dengan menggunakan instrumen penilaian sistem pengawasan pangan nasional dari FAO dan WHO. Instrumen penilaian dari FAO dan WHO didasarkan pada standar global.