INDUSTRY.co.id - 

Jakarta - Pabrik bahan baku serat ban PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI) segera terealisasi. Proses konstruksi pabrik hasil joint venture antara PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) dengan produsen ban PT Michelin Indonesia tersebut sudah mencapai 93,5%.

"Kami berharap proses pembangunan pabrik karet sintetik berkapasitas 120.000 ton per tahun yang menelan investasi sebesar US$570 juta atau setara dengan Rp7,7 triliun awal tahun ini sudah masuk penyelesaian akhir. Sehingga awal kuartal II tahun ini pabrik akan beroperasi," kata Corporate Secretary Chandra Asri Petrochemical, Suryandi kepada pers di Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Suryandi berharap, proses pembangunan pabrik karet sintetik berkapasitas 120.000 ton per tahun yang menelan investasi sebesar US$ 570 juta atau setara dengan Rp7,7 triliun ini awal tahun ini sudah masuk penyelesaian akhir. "Sehingga awal kuartal II-2018 pabrik akan beroperasi," papar dia.

Dalam memproduksi karet sintetik ini, Chandra Asri Petrochemical akan mengembangkan produk petrokimia yang mereka hasilkan yakni mixed c4, menjadi butadiene. 

Olahan bahan kimia tersebut yang selanjutnya bakal menjadi bahan baku untuk membuat solution styrene butadiene rubber (SSBR) yang dibutuhkan produsen ban.