INDUSTRY.co.id, Jakarta - JLL, perusahaan riset real estat dan manajemen investasi memprediksi, Proptech (gabungan dari properti dan teknologi) akan menjadi disruptor terbaru dalam real estate yang kemungkinan akan memiliki perkembangan cepat pada tahun 2018 ini.

Perusahaan-perusahaan startup proptech di Asia Pasifik telah menerima 60 persen atau senilai US$4,8 miliar dari US$7,8 miliar yang dihimpun oleh perusahaan-perusahaan start-up proptech global dari tahun 2013 sampai 2017.

Managing Director, Markets and Integrated Portfolio Services JLL Asia Pacific, Jeremy Sheldon mengatakan, dalam jangka panjang, digitalisasi layanan, adopsi dan otomatisasi dari Internet of Things (IOT) akan berdampak signifikan terhadap strategi perusahaan real estate, struktur tim serta proses-proses yang dilakukan.

"Pengenalan sistem dan perangkat IoT – sistem pintardan alat-alat yang beroperasi melalui jaringan - akan mendorong pemanfaatan dan kinerja portofolio real estate secara transparan. Bangunan-bangunan pintar akan membantu pemilik bangunan dan penghuni untuk memperbaiki kinerja dan menghemat biaya," ungkap Jeremy dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/1/2018).

Prediksi lainnya, co-working space akan makin berkembang tahun ini. Perusahaan-perusahaan akan mendesain kantor yang keren untuk bertujuan mencari karyawan yang berbakat. Meskipun pengaturan biaya merupakan prioritas dalam pengelolaan bisnis, pencarian terhadap karyawan yang berbakat tidak kalah pentingnya.

Akan banyak organisasi yang menggunakan tempat kerja untuk meningkatkan keterlibatan karyawan, menarik serta mempertahankan bakat.

Di tahun 2018 ini, perusahaan-perusahaan yang menggunakan co-working space diperkirakan akan terus berkembang.

Perusahaan yang menawarkan ruang dengan fasilitas berteknologi tinggi, personal dan inovatif - seperti ruang kerja kolaboratif, makanan dan minuman, area gym dan ruang kesehatan - akan menciptakan pengalaman human-centric yang menonjol dan menarik karyawan dengan bakat-bakat terbaik untuk bekerja di perusahaan tersebut.

"Perubahan untuk menciptakan pengalaman holistik adalah awal perubahan dari konsep ruang kantor. Ruang kerja masa depan harus dapat memenuhi kebutuhan karyawan, sekaligus mendorong efektivitas dan tingkat keterlibatan." kata Jeremy Sheldon.