INDUSTRY.co.id - Jakarta, Bicara soal perbankan syariah, nama Bank Syariah Mandiri tentu tak bisa diabaikan selaku bank umum syariah (BUS) pertama yang mencapai kategori BUS BUKU III.
Kategori bank BUKU III, merupakan bank yang memiliki modal inti minimum Rp5 triliun sampai dengan di bawah Rp30 triliun. Dengan kategori ini, maka Bank Syariah Mandiri dapat melakukan semua kegiatan usaha bank dalam bentuk rupiah maupun valuta asing.
Kendati telah menjadi bank syariah terkuat di sisi permodalan, perusahaan induk Bank Syariah Mandiri (BSM) tampaknya tak berhenti untuk menjadikan BSM sebagai bank terkuat dari sisi permodalan.
Setidaknya pada tahun depan PT Bank Mandiri Tbk Persero selaku pemilik saham akan menyuntik tambahan modal sebesar Rp500 miliar.
Hal ini dibenarkan oleh Komisaris Utama Bank Syariah Mandiri Mulya E Siregar dalam kesempatan media gathering di Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Jadi kemarin itu kami dapat persetujuan Bank Mandiri bahwa sudah disetujui tambahan modal Rp500 miliar oleh Otoritas Jasa Keuangan. Bank Mandiri juga akan mentransfer dana itu mungkin masuk minggu depan masuk ke kami, ujarnya.
Modal BSM pun diperkirakan sampai akhir tahun akan mencapai Rp7 triliun.
Bila OJK setuju sebelum tahun berganti, modal kami sudah sebanyak Rp7 triliun, imbuhnya.
Saat ini Bank Syariah Mandiri tercatat memiliki ekuitas sebesar Rp6,65 triliun, dengan tingkat rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 14,92%.
Sementara itu dari sisi kinerja, hingga kuartal III-2017 perusahaan mampu membukukan kenaikan aset, pembiayaan, hingga laba bersih serta dana pihak ketiga (DPK).
Dana simpanan masyarakat atau DPK mengalami pertumbuhan 13,3% year on year menjadi Rp 74,75 triliun dibanding posisi kuartal III 2016 yang sebesar Rp 65,98 triliun.
Disampaikan Direktur Financing Risk and Recovery BSM Choirul Anwar, dalam keterangan resminya awal November lalu, komposisi DPK mayoritas atau 50,75% merupakan dana murah (low cost fund).
Sementara total dana murah BSM yang di dalam produk tabungan dan giro, per September 2017 tercatat sebesar Rp 37,94 triliun.
Sejauh ini perusahaan mengandalkan produk tabungan baik Tabungan Mandiri Syariah dan Tabungan Mabrur (haji) untuk produk dana murahnya.
Biaya dana kami juga relatif tidak terlalu tinggi karena relatif setara dengan bank-bank besar, ujarnya kepada Industry.co.id beberapa waktu lalu.Di sisi aset, terjadi peningkatan sebesar 13,26% menjadi Rp 84,09 triliun dari Rp74,24 triliun pada September 2016.
Sementara dari sisi pembiayaan, sampai dengan kuartal III 2017, BSM berhasil menyalurkan dana sebesar Rp 58,72 triliun atau tumbuh 10,28% dibanding Rp 53,24 triliun pada September 2016.
Kualitas pembiayaan pun cenderung terjaga, terlihat dari penurunan pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) dari 3,63% menjadi 3,12%.
Selain itu, dari sisi likuditas BSM juga masih cukup memadai terlihat dari financing to deposit ratio (FDR) perseroan sebesar 80% atau sesuai ketentuan OJK.
BSM telah ikut dalam pembiayaan proyek infrastuktur dengan akad syariah untuk pembangunan jalan, jaringan listrik, pelabuhan, bandara, dan lainnya.
Hingga September 2017, pembiayaan ke sektor ini mencapai Rp 5,56 triliun, atau tumbuh 65% dibanding September 2016 yang sebesar Rp 3,38 triliun.
Terkait laba, BSM berhasil mengerek laba operasional sebesar 46,81% menjadi Rp1,68 triliun per September 2017.
Sedangkan laba bersih yang dapat dihimpun sebesar Rp 261 miliar atau bertumbuh sebesar 6,04%.
Pertumbuhan ini ditopang dari transaksi elektronik (e-channel) yang hingga September 2017 mencapai 55,19 juta, naik dibandingkan pada periode sebelumnya 52,28 juta transaksi.
Di sisi lain, bank milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ini mengungkapkan pihaknya tetap mendukung penumbuhan segmen Usaha Kecil dan Mikro (UKM) dengan menjaga portofolio pembiayaan di segmen tersebut sesuai ketentuan OJK sebesar 23%.
Untuk mendorong peningkatan usaha mikro, BSM akan bekerjasama dengan beberapa lembaga termasuk melalui program digital banking di Tokopedia setelah sebelumya perseroan telah meneken kerjasama dengan Bukalapak.