INDUSTRY.co.id, Jakarta - Banyak orang tahu jika Indonesia sekarang memiliki banyak E-Commerce, ada pemain luar ada juga pemain lokal. E-Commerce di Indonesia setiap tahunnya muncul seperti kacang goreng. Tetapi tidak sedikit pula yang gulung tikar karena ketatnya persaingan dan modal yang kurang.
Apalagi dikabarkan bahwa Amazon, E-Commerce terbesar di dunia akan masuk pasar Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Sangat menarik mengamati perkembangan E-Commerce di Indonesia, siapa yang akan gugur dan siapa yang akan bertahan.
Tidak heran memang, karena menurut TechCrunch Indonesia akan menjadi pasar E-Commerce terbesar di Asia!
Potensi pasar eCommerce Indonesia
Tahun 2019 pasar E-Commerce Indonesia sebesar 3800 Miliar USD atau sekitar Rp. 50.640.700.000.000,- (50 Triliun Rupiah). Wajar saja jika nominal segitu akan banyak diperebutkan pemain E-Commerce berikut.
1. Tokopedia
Tokopedia diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 2009 oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison. Konsep dari tokopedia adalah sebagai konektor antara penjual dan pembeli di Indonesia. Tidak ada biaya sepeser pun yang diminta Tokopedia untuk bergabung menjadi member, baik menjadi penjual atau pembeli.
Bisnis model yang digunakan Tokopedia adalah C2C (customer to customer). Tokopedia tidak memiliki gudang sendiri untuk dalam penjualan setiap barangnya. Semua barang dikelola dan dikirim langsung oleh penjual ke pembeli, tanpa perantara Tokopedia. Artinya Tokopedia hanya menyediakan platform untuk bertemunya penjual dan pembeli.
Perbedaannya, untuk melindungi pembeli dari penipuan, Tokopedia menyediakan platform pembayaran. Pembeli membayar tidak langsung ke penjual akan tetapi melalui prantara Tokopedia. Jika tanda bukti transaksi sudah diterima maka barulah penjual mendapatkan pembayaran.
2. BukaLapak
Konsep BukaLapak hampir sama dengan Tokopedia, mereka menyediakan platform untuk mempertemukan penjual dan pembeli. Begitupun model bisnis mereka yang berbasiskan customer otiented dan fitur-fitur premium yang dapat memudahkan penjual menjual barang-barang mereka. Perbedaanya dengan Tokopedia, sejak beberapa bulan terakhir ini, BukaLapak berjualan emas lewat BukaEmas dan reksadana lewat BukaReksa.
3. Lazada
Dibandingkan dengan E-Commerce lain di Indonesia, Lazada bisa dibilang menempati urutan ke-3. Di Alexa, peringkat mereka di bawah Tokopedia (8), BukaLapak (12), dan barulah Lazada.co.id (14). Sebenarnya di atas Lazada ada FJB Kaskus (13), tetapi ranking tersebut tidak menggambarkan FJB KasKus saja, melainkan KasKus secara keseluruhan.
4. Blibli
Jika kamu sering menyaksikan pertandingan Badminton Indonesia. Blibli bukanlah nama yang asing. Nama Blibli beberapa tahun terakhir selalu terpasang di kaos atlit Badminton Indonesia.
Selain itu, jika kamu pulang dari Jakarta ke Bandung pada malam hari melalui tol purbalenyi kamu akan melihat logo iklan Blibli bergaya Holywood.
Kembali ke Blibli, menurut Alexa, Blibli menempati perigkat 41 Indonesia. Di bawah Lazada, BukaLapak, dan Tokopedia. Blibli didirikan tahun 2011 melalui PT. Global Digital Niaga yang merupakan anak perusahaan Djarum grup.
5. Elevenia
Elevenia diluncurkan pada tanggal 11 Maret 2014 di bawah PT XL Axiata yang bekerja sama dengan SK Planet dari Korea Selatan. Ranking Alexa Elevenia Indonesia adalah 53.
Sama seperti E-Commerce di atas, produk-produk yang beragam, pelayanan, dan kemudahan adalah nilai jual dari Elevenia. Saya sendiri pernah melihat langsung bahwa Customer Relationship mereka sangat aktif di sosial media, mereka sangat responsif dalam menanggapi setiap keluhan pelanggan mereka.
6. Blanja
Blanja adalah E-Commerce yang dengan peringkat Alexa Indonesia 109. Blanja terbentuk tahun 2012 dibawah nama kerjasama nama besar Telkom dan eBay. Reputasi eBay menjadi bukti besar bahwa Blanja bukanlah E-Commerce biasa-biasa saja. Apalagi didukung oleh Telkom yang memiliki pasar besar di Indonesia.
7. MatahariMall
MatahariMall adalah E-Commerce yang muncul awal tahun 2015, didirikan oleh Lippo Grup. Dikabarkan bahwa Lippo Grup menanamkan modal sebesar 500 juta USD (6T~ Rupiah)!
Bisnis model MatahariMall adalah O2O (online-to-offline dan offline-to-online). Bisnis model ini memungkinkan para customer mereka untuk menjual atau mengmbil barang secara offline di semua departemen store Matahari.
8. Bhineka
Bhineka.com bisa dibilang pioner E-Commerce di Indonesia, didirikan oleh Hendrik Tio dan rekan-rekan. Sebelum E-Commerce seramai ini, Bhineka sudah duluan terbentuk. Bhineka.com berdiri sejak 1999. Tidak heran jika Bhineka banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Tumbuhnya E-Commerce di Indonesia tentunya berimbas juga pada Bhineka, kabarnya pelanggan mereka meningkat 2x pada tahun 2012 dan 2013.
Bhineka.com dikenal sebagai E-Commerce yang menjual gadget-gadget dan peralatan elektronik lainnya. Pelayanannya yang sangat baik dan harga yang tidak begitu jauh dengan pasar offline membuat Bhineka terus bertahan dan banyak disukai.
Diluar Bhineka.com, mereka juga membuka toko secara offline di Jakarta.
9. Qoo10 Indonesia
Di Indonesia Qoo10 diluncurkan April 2012, saat ini peringkat Alexa Qoo10 adalah 755, ranking ini bahkan sangat jomplang dibanding Tokopedia dan BukaLapak. Tetapi kita tidak tahu kedepannya akan bagaimana, mengingat marketing Qoo10 belum segencar mereka. Melihat modal yang besar, mungkin tidak akan lama lagi Qoo10 akan bersaing dengan pemain E-Commerce lainnya di Indonesia.
10. FJB KasKus
Sebelum E-Commerce ramai seperti sekarang, FJB Kaskus menyediakan barang-barang bajakan sekalipun! saat itu FJB Kaskus adalah pasar underground-nya Indonesia. Sayangnya, dengan semakin ramainya E-Commerce FJB kaskus sedikit demi sedikit mulai tersisihkan.