Demokrasi Menurut Sokrates

Oleh : Jaya Suprana | Kamis, 21 Desember 2017 - 21:30 WIB

Ilustrasi Demokrasi (foto RMOLjabar.com)
Ilustrasi Demokrasi (foto RMOLjabar.com)

INDUSTRY.co.id - MUNGKIN sudah banyak yang tahu bahwa demokrasi berasal dari Yunani. Namun mungkin tidak banyak yang tahu bahwa tokoh filsafat Yunani, Sokrates yang juga merupakan mahaguru Plato ternyata tidak berpandangan terlalu positif terhadap demokrasi.

Sokrates sempat menyamakan demokrasi dengan kapal. Sokrates mempertanyakan apabila kita ingin berlayar dengan sebuah kapal, apakah kita lalusibuk memilih kepada siapa kita percayakan tugas untuk menjadi nahkoda kapal tersebut?

Wajar apabila kita akan lebih percaya kepada orang yang ahli akibat berpengalaman sebagai nahkoda sebuah kapal ketimbang orang yang sama sekali awam soal mengnahkodai kapal.

Namun lazimnya sebagai penumpang kapal, kita tidak sibuk menyelenggarakan pemilu untuk memilih nahkoda yang menahkodai kapal yang kita gunakan untuk berlayar. Lazimnya kita percayakan pemilihan sang nahkoda langsung kepada sang pemilik atau manajer kapal yang kita tumpangi.

*Pengalaman Buruk*

Sokrates pribadi malah mengalami pengalaman buruk dalam secara demokratis menyerahkan nasib dirinya sendiri kepada mayoritas.

Pada tahun 399 sebelum Masehi, Sokrates diadili di pengadilan Athena atas dakwaan menyesatkan generasi muda Athena. Sebuah dewan juri terdiri dari 500 warga Athena diundang untuk memutuskan Sokrates bersalah atau tidak.

Ternyata mayoritas menyatakan Sokrates bersalah dan dihukum mati dengan dipaksa minum racun.

Sokrates memang selalu menguatirkan bahwa demokrasi yang lepas kendali bisa tergelincir menjadi demagogi yang berasal dari kata demos = rakyat dan agogos = dipimpin.

Rakyat yang dipimpin secara demagogis berarti sama saja dengan dipimpin oleh seorang sesama rakyat yang tidak tahu cara memimpin secara tepat dan benar.

*Pemilihan Umum*

Sokrates melukiskan betapa mudah pemilihan umum yang merupakan buah demokrasi menyesatkan masyarakat dengan contoh dua calon yang terdiri dari seorang dokter dan seorang penjual gula-gula.

Sang penjual gula-gula bisa dengan mudah menyesatkan masyarakat untuk memilih dirinya ketimbang sang dokter dengan melakukan kampanye hitam terhadap sang dokter.

Sang penjual gula-gula bisa menyatakan sang dokter adalah seorang yang memberi pil-pil pahit yang tidak enak rasanya (tentu sambil menutupi kenyataan bahwa pil-pil pahit itu bisa menyembuhkan penyakit) sambil menyarankan masyarakat makan gula-gula yang enak rasanya sambil menyembunyikan kenyataan bahwa gula-gula rawan membahayakan kesehatan dengan menimbulkan kerusakan gigi dan organ tubuh lain-lainnya.

Pada kenyataan memang demokrasi tidak selalu menghadirkan pemimpin yang baik seperti misalnya terbukti pada sosok Adolf Hitler atau Mussolini yang dipilih secara demokratis oleh mayoritas rakyat Jerman dan Italia.

Sementara sejarah membuktikan bahwa cukup banyak pemimpin kerajaan yang tidak dipilih secara demokratis seperti misalnya Balaputeradewa, Airlangga, Hayam Wuruk, Mangkunegara I, Hamengkubuwana IX terbukti lebih mumpuni dalam memimpin rakyatnya ketimbang cukup banyak pemimpin yang dipilih secara demokratis.

*Kelebihanan*

Terlepas dari pro dan kontra terhadap apa yang disebut demokrasi, terpaksa harus diakui bahwa sebagai suatu sistem politik, memang demokrasi memiliki sebuah kelebihan yang tidak tertandingi oleh sistem politik lain-lainnya.

Berdasar hasil penelitian Pusat Studi Kelirumologi, kelebihan demokrasi terletak pada memudahkan upaya mencari siapa yang keliru.

Maka terpaksa harus diakui bahwa kelebihan demokrasi terletak pada sistem pemilihan umum. Apabila ternyata yang dipilih rakyat adalah pemimpin yang keliru maka langsung yang bisa disalahkan sudah jelas yaitu siapa lagi jika bukan mereka yang keliru memilih pemimpin yang keliru itu.

Di dalam alam demokrasi sudah jelas bahwa pihak yang keliru memilih pemimpin yang keliru adalah rakyat!

Penulis adalah Jaya Suprana, pendiri Pusat Studi Kelirumologi

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Rayakan HUT Perusahaan dan Hari Kartini, Millennials Askrindo Bersama YALISA Gelar OBSC

Minggu, 21 April 2019 - 20:39 WIB

Rayakan HUT Perusahaan dan Hari Kartini, Millennials Askrindo Bersihkan Ciliwung

Jakarta – Millenials Askrindo laksanakan Operasi Bersih Sungai Ciliwung (OBSC) bersama Komunitas Pencinta Ciliwung YALISA dari bentangan Kalibata sampai dengan MT Haryono dalam rangka merayakan…

Ilustrasi Gunung Agung Bali (Foto Ist)

Minggu, 21 April 2019 - 12:00 WIB

Gunung Agung Bali Kembali Erupsi

Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, kembali mengalami erupsi pada Minggu (21/4/2019) pukul 03.21 Wita dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak atau 5.142 meter…

Mentan Amran Sulaiman di peternakan ayam

Minggu, 21 April 2019 - 09:20 WIB

Sepuluh Alasan Jangan Remehkan Pertanian

Jakarta - Sektor pertanian di era digitalisasi semakin menarik dan digeluti banyak generasi muda. Era ini makin membuktikan bahwa pertanian tak lagi bisa diremehkan. Apalagi, digitalisasi dan…

Dirjen Hortikultura Suwandi. Sesama petani sayuran organik

Minggu, 21 April 2019 - 08:39 WIB

Kementan Genjot Pengembangan Sentra Sayuran Organik di Karanganyar

Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggenjot berbagai daerah agar menjadi sentra produksi sayuran organik, salah satunya sentra sayuran organik di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Hal…

TOTAL Synthetic Leather kembali menggelar kembali ajang kreativitas di bidang pemasangan jok mobil sekaligus mengumumkan kehadirannya di ajang pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019

Sabtu, 20 April 2019 - 21:31 WIB

TOTAL Kembali Gelar Lomba Pasang Jok Paten di IIMS 2019

TOTAL Synthetic Leather kembali menggelar kembali ajang kreativitas di bidang pemasangan jok mobil sekaligus mengumumkan kehadirannya di ajang pameran Indonesia International Motor Show (IIMS)…