INDUSTRY.co.id -Jakarta, Industri properti Tanah Air dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini masih bisa dibilang lesu. Pasalnya, kaum milenial yang menjadi kelompok pembeli properti terbesar untuk sepuluh tahun kedepan masih mengesampingkan untuk memiliki hunian.

Advertisement

Hal tersebut mendorong situs properti Rumah123.com melakukan sebuah studi terkait kebutuhan para milenial masa kini. Hasilnya, mayoritas dari kaum milenial memang masih belum memikirkan rumah sebagai kebutuhan utama yang harus dimiliki.

"Kaum milenial lebih identik dengan travelling dan pembelian barang-barang mewah dibanding dengan kepemilikan rumah. Mereka berpikir pembelian rumah sebagai hal yang sulit karena harga rumah yang semakin naik," ujar Country General Manager Rumah123.com, Ignatius Untung di Jakarta (20/12/2017).

Advertisement

Ia menambahkan, dari hasil studi tersebut didapatkan bahwa acuan untuk memiliki rumah ternyata berkolerasi dengan penghasilan.

"Para kaum milenial yang berpenghasilan antara Rp3-5 juta masih menempatkan kepemilikan rumah sebagai prioritas ketiga, di bawah travelling serta pembelian gadget dan komputer," terangnya.

Advertisement

Sementara itu, orang dengan penghasilan Rp5-8 juta justru menempatkan properti di urutan keempat, setelah gadget dan komputer, travelling, serta mobil. Kepemilikan rumah baru diprioritaskan oleh golongan yang berpenghasilan lebih dari Rp15 juta.

Untung menyayangkan hasil penelitian tersebut. Menurutnya, membeli properti dapat membantu untuk mengatur keuangan dan pengeluaran.

Advertisement

"Milenial itu ketika punya banyak uang condong konsumtif. Jika saja mereka mau mengunci keuangan di satu kebutuhan, semisal rumah, pengeluaran semestinya bisa dijaga," ujarnya.

"Harga rumah ke depannya semakin meninggi, berbanding terbalik dengan ukurannya yang makin mengecil. Kalau terus ditunda, bagaimana nanti?" tambahnya.

Dia lalu menyimpulkan, milenial tidak membeli rumah bukan hanya karena ketidakmampuan, melainkan juga karena ketidakmauan.