INDUSTRY.co.id, Jakarta - Rumah adalah benda mati yang masuk kedalam kategori kebutuhan primer, yang sayangnya belum tentu semua orang bisa memilikinya.
Berbicara tentang cara memilikinya, rumah dapat dibeli dengan cara tunai (cash) bagi sebagian orang yang punya dana besar. Sementara bagi mereka yang tidak seberuntung itu, “masih banyak jalan menuju Roma”. Ya, membeli rumah kini bisa dilakukan dengan cara dicicil atau masyarakat mengenalnya dengan sebutan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Berkaitan dengan pihak yang akan menyalurkan dana kredit, bank adalah salah satu lembaga yang paling kredibel. Meski demikian, ternyata konsumen juga patut mengenali ciri bank yang kompeten untuk dipilih sebagai kreditur. Apa saja kriterianya?
1.Sehat kinerjanya
Dinukil dari buku “Jangan Salah Memilih KPR” karangan Slamet Ristanto, dikatakan bahwa memilih bank yang sehat tidak hanya untuk para pemilik uang yang akan menempatkan dananya dalam bentuk giro, tabungan atau deposito, melainkan juga untuk para debitur yang akan meminjam KPR.
Siapapun tentu tidak ingin bank KPR-nya mengalami masalah, apalagi jika mengingat sertifikat rumah yang dicicil konsumen masih disimpan di sana. Atau celakanya lagi, jika rumah yang dicicil dibangun berdasarkan skema indent dan nama yang tertera dalam sertifikat belum atas nama pemilik. Nah, untuk menghindari tragedi buruk terjadi, ada baiknya setelah mengangsur beberapa kali tanyakan kepada bank apakah sertifikatnya sudah jadi atau belum.
2.Suku bunga stabil
Bank dengan suku bunga stabil tentu lebih membuat konsumennya ‘tidur nyenyak’ dibandingkan bank yang memberlakukan suku bunga yang setiap saat berubah.
3.Menghargai angsuran
Banyak bank yang maunya untung sendiri dan tidak menghargai angsuran nasabahnya. Umumnya komplain nasabah terjadi untuk sistem perhitungan bunga flat namun untuk sistem bunga anuitas sudah tidak terlalu masalah. Oleh karenanya, sebelum mengajukan KPR sangat disarankan untuk menanyakan dengan jelas bagaimana sistem perhitungan apabila debitur ingin memanfaatkan restitusi.
4.Proses transparan
Faktanya, tidak semua bank berani melakukan transparansi terhadap nasabahnya. Maka dari itu, sebelum mengajukan KPR jangan lupa beberapa hal seperti persyaratan administrasi, jumlah minimal uang muka, suku bunga dan biaya-biaya pencairan kredit.(iaf)