INDUSTRY.co.id, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat, realisasi pembangunan sejuta rumah hingga 4 Desember mencapai 765.120 unit atau 86,7% dari total target. Dari angka tersebut, 619.868 unit di antaranya adalah rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR, sedangkan sisanya 145.252 unit merupakan rumah komersial.
Direktur Jenderal Penyediaan Rumah Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan, kendala utama realisasi pembangunan rumah subsidi saat ini adalah belum efektifnya pemangkasan perizinan yang dilakukan di tiap daerah.
"Tetapi kami yakin dalam satu bulan ini akan lebih banyak data pembangunan yang masuk sehingga memastikan target sejuta akan tercapai atau minimal lebih banyak dari tahun lalu sebanyak 805.196 unit," katanya.
Saat ini, pemerintah menggunakan empat metode perhimpunan data pembangunan sejuta rumah. Pertama, perhitungan manual sendiri dari yang dibangun Kementerian PUPR. Kedua, yang dibangun oleh pemerintah daerah. Ketiga, data dari asosiasi pengembang perumahan, yaitu REI dan Apersi. Keempat, data dari Kementerian lain.
Selanjutnya, dari keempat sumber tersebut akan disinkronisasi dengan KPR Bank yang sudah berjalan. Sehingga diharapkan data yang disajikan benar-benar valid.