Penurunan Harga Minyak Kedelai Berpotensi Tekan Harga CPO di Akhir Pekan

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 08 Desember 2017 - 15:57 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Malaysia pada akhir pekan ini, Jumat (08/12/2017), akan berada di kisaran 2.360-2.450 ringgit per ton. Harga CPO itu berpotensi turun akibat penurunan harga minyak kedelai dan menguatnya kurs ringgit.

Harga minyak kedelai pada perdagangan Kamis (07/12/2012) untuk pengiriman Januari 2018 di Chicago Board turun 1% karena menguatnya dolar AS. Sementara itu, harga minyak kedelai untuk pengiriman Januari 2018 di Dalian, Cina, juga ditutup turun 1,2%.

“Pergerakan harga CPO Malaysia biasanya akan mengikuti pergerakan harga minyak nabati lainnya. Pasalnya, mereka selalu bersaing ketat di pasaran untuk meraih pangkas minyak nabati global,” jelas Faisyal, analis bursa komoditi dari PT Monex Investindo Futures, di Jakarta, Jumat (08/12/2017).

Pada perdagangan Kamis (07/12/2018), harga CPO Malaysia ditutup turun sekaligus memperpanjang penurunannya hingga tiga kali dalam empat sesi perdagangan sebelumnya dan sempat menyentuh titik terendah dalam lima bulan terakhir ini karena mengikuti penurunan harga minyak nabati lainnya.

“Karena itu, jika sudah mencapai 2.400 ringgit per ton, maka harga CPO Malaysia tersebut berpotensi terus tertekan hingga menjadi 2.360 ringgit per ton. Akan tetapi, jika harga dapat terus meningkat mencapai 2.450, maka itu berpotensi mencapai harga tertingginya di posisi 2.480 ringgit per ton,” papar Faisyal.

Pada tengah hari tadi, kurs ringgit Malaysia terpantau di level 4.0754 per dolar AS, menguat sekitar 0.26%. Penguatan kurs ringgit Malaysia tersebut akan membuat harga minyak sawit menjadi lebih mahal untuk para pemilik mata uang lainnya. (Abraham Sihombing)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Waketum KADIN Shinta Sukamdani, Menperin Agus Gumiwang, Ketua Apindo Haryadi Sukamdani

Sabtu, 06 Juni 2020 - 00:15 WIB

Kabar Gembira...Menperin Agus Bakal Gelontorkan Stimulus Modal Kerja untuk Pulihkan Industri Manufaktur

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bertekad untuk terus mengupayakan pemulihan sektor industri manufaktur di dalam negeri yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Produsen Batubara

Jumat, 05 Juni 2020 - 22:31 WIB

Industri Batubara Lesu Akibat Pasar Menyusut Terpapar Covid-19

Minimnya pergerakan ekonomi membuat industri batubara turut mengalami kelesuan dikarenakan menurunnya permintaan pasar terutama yang datangnya dari India dan Tiongkok.

Contoh proyek PT PP Persisi

Jumat, 05 Juni 2020 - 22:10 WIB

Cetak Laba Rp1,2 triliun, PT PP Gelontorkan Dividen Tunai 22,5 %

PT Pembangunan Perumaha (Persero) Tbk (PTPP) berhasil catatkan kinerja positif perusahaan untuk pendapatan usaha tahun buku 2019 sebesar Rp24,65 triliun dengan laba bersih yang perseroan mencapai…

Tokok Pakaian GAP (ist)

Jumat, 05 Juni 2020 - 22:03 WIB

Enggak Kuat Merugi hingga Rp13,1 Triliun, GAP Inc Terpaksa Tutup Toko

Perusahaan fashion GAP Inc, pada Kamis (5/6/2020) melaporkan kerugian yang dialaminya hingga 43% dalam penjualan kuartal I 2020 yang mencapai Rp13,1 triliun. Kerugian besar yang dialam

Penyerahan donasi dilakukan secara simbolis oleh Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (kiri) dan Direktur BCA Erwan Yuris. (Doc:BCA)

Jumat, 05 Juni 2020 - 21:12 WIB

Bikin Salut, Grup BCA Salurkan Donasi ke PERSI

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebagai institusi keuangan yang senantiasa di sisi masyarakat berkomitmen untuk terus mendukung berbagai tindakan penanganan COVID-19.