Harga CPO Malaysia Terus Terbebani Kenaikan Produksi dan Penguatan Kurs Ringgit

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 06 Desember 2017 - 12:56 WIB

Perkebunan Sawit
Perkebunan Sawit

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada perdagangan hari ini berpeluang kembali turun setelah kemarin ditutup turun ke posisi 2.544 ringgit per ton, yang merupakan harga terendah sejak 24 Juli 2017 lalu.

“Potensi penurunan harga CPO Malaysia pada perdagangan hari ini disebabkan oleh kecemasan pelaku pasar terhadap penguatan kurs ringgit dan ekspektasi kenaikan cadangan CPO pada November 2017,” ujar Faisyal, analis bursa komoditi dari PT Monex Investindo Futures, di Jakarta, Rabu (06/12/2017).

Hingga 11:27 WIB, kurs ringgit Malaysia menguat 0,1% ke posisi 4,0650 per dolar Amerika Serikat (AS). Level tersebut merupakan yang tertinggi dalam 14 bulan terakhir ini. Jika kurs ringgit menguat, itu akan membuat harga CPO menjadi lebih mahal untuk para pemilik mata uang lainnya.

Dari sisi produksi, investor saat ini mengkhawatirkan adanya kenaikan cadangan karena turunnya ekspor. Dalam survei yang dilakukan oleh CIMB Futures terhadap 22 area perkebunan, produksi CPO Malaysia kemungkinan akan naik 1% menjadi 2.03 juta ton pada November 2017.

Sementara itu dari sisi ekspornya, data statistik yang dirilis oleh Societe Generale de Surveilance dan Intertek Testing Services menunjukkan bahwa ekspor CPO kemungkinan turun 6.4% pada November 2017.

Harga CPO Malaysia berpotensi berada di kisaran 2.440-2.470 ringgit per ton dalam jangka pendek. Jika harganya melorot hingga 2.440 ringgit per ton, maka harga CPO tersebut berpotensi besar mencapai 2.420 ringgit per ton.

“Akan tetapi, jika mampu melesat naik hingga mencapai 2.470 ringgit per ton, maka harga CPO Malaysia tersebut akan terus menguat hingga 2.500 ringgit per ton,” tukas Faisyal. (Abraham Sihombing)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

The Telkom Hub (Foto: Doc Telkom)

Jumat, 05 Juni 2020 - 00:10 WIB

Kinerja Telkom Ciamik Patut Diacungi Jempol

Ekonom dari Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jawa Barat Acuviarta Kartubi, berdasarkan rekapitulasi data terakhir ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi makro Indonesia hanya tumbuh 2,97%.…

Menperin Agus Gumiwang

Kamis, 04 Juni 2020 - 22:42 WIB

Kemenperin: Indonesia Masih Menjadi Negara Tujuan Utama Investasi Sektor Industri Manufaktur

Kementerian Perindusterian (Kemenperin) mencatat, selama periode tahun 2015-2019, total nilai penanaman modal asing (PMA) dari sektor industri manufaktur sebesar USD61,5 miliar.

Anand Stanley Presiden Direktur Airbus

Kamis, 04 Juni 2020 - 21:38 WIB

Gantikan Patrick de Castelbajac, Anand Stanley Bos Baru Airbus Asia Pasifik

Anand Stanley resmi menjadi Presiden Airbus Asia Pasifik yang berbasis di Singapura. Anand akan memegang raksasa industri penerbangan tersebut pada 1 Juli 2020 mendatang. Adapun beban Anand…

Gelar Harkopnas 2020 Secara Virtual, Dekopin Menanti Arahan Presiden

Kamis, 04 Juni 2020 - 20:55 WIB

Undang Presiden di Harkopnas Virtual 2020, Nurdin Halid: Covid-19 Momentum Redesain Struktur Ekonomi Negara

Jakarta-Wabah Covid-19 tidak membuat Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) mati gaya. Wadah tunggal gerakan Koperasi Indonesia itu berencana menggelar peringatan Hari Koperasi ke-73 pada 12 Juli…

Menteri Keuangan Sri Mulyani (foto Tempo)

Kamis, 04 Juni 2020 - 20:12 WIB

Kabar Gembira, Menkeu Sri Mulyani Bakal Gelontorkan Insentif Pajak Sebesar Rp123,01 Triliun untuk Dunia Usaha

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan Pemerintah akan mendukung dunia usaha bertahan dari dampak COVID-19 dengan memberikan insentif perpajakan mencapai Rp123,01 triliun.…