INDUSTRY.co.id - PT Permodalan Nasional Madani berkomitmen meningkatkan pelayanan ibu-ibu rumah tangga prasejahtera produktif, salah satunya ialah dengan penguatan jaringan melalui kantor layanan menjadi 1.800 kantor layanan di tahun 2017 yang sebelumnya hanya 1.110 kantor layanan.
“Pada 2017, perusahaan telah menargetkan untuk melakukan perluasan kantor menjadi 1.800 kantor layanan. Program perluasan kantor layanan dan hal ini sudah disampaikan kepada Menteri BUMN Rini Soemarno,” kata Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero, Parman Nataatmadja kepada INDUSTRY.co.id, Senin (2/1/2017).
Parman melanjutkan, dari sisi kinerja operasional, sepanjang tahun 2016 PNM telah menyalurkan pembiayaan kepada sektor UMKM hingga Rp 5.45 triliun. Jumlah tersebut lebih tinggi 1.5 % dibandingkan target yang telah ditetapkan pada awal 2016 yang hanya sebesar Rp 5.37 triliun.
Sementara pencapain laba perusahaan tumbuh 13.7% dibanding tahun 2015 sebesar Rp 64.2 Miliar menjadi Rp 73 Miliar di tahun 2016. Pencapaian aset PNM mencapai Rp 7.4 Triliun di 2016, atau melonjak 23 % dari tahun 2015 dengan nilai ekuitas di 2016 tercatat Rp 1.78 Triliun atau naik dari posisi ekuitas per 31 Desember 2015 yang hanya sebesar Rp 1.72 Triliun.
Guna meningkatkan pelayanan kepada nasabah, PNM telah memiliki jaringan layanan PNM Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dan Membina Keluarga Sejahtera (Mekaar) melalui 1.110 kantor cabang seluruh Indonesia lebih di 4.000 kecamatan.
“Sejak awal beroperasi hingga akhir Desember 2016, ULaMM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 26.02 triliun kepada 4.083.331 para pelaku UMK,”papar Parman.(iaf)