Era Digitalisasi Berdampak Positif pada Industri Perhotelan

Oleh : Chodijah Febriyani | Sabtu, 25 November 2017 - 18:26 WIB

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, I Gde Pitana (Foto Dije/INDUSTRY.co.id)
Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, I Gde Pitana (Foto Dije/INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Denpasar- Kementerian Pariwisata mengharapkan tenaga pemasaran dan penjualan di bidang perhotelan melahirkan inovasi untuk memasarkan pariwisata Indonesia sehingga menarik kunjungan wisatawan mancanegara di tengah era digitalisasi.

"Dalam transformasi menuju digital, cara konvensional masih sangat penting," kata Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana setelah menjadi pembicara pada pertemuan profesi bidang pemasaran dan penjualan atau "Sales and Marketing Summit 2017" di Denpasar, kemarin.

Menurut Pitana, terobosan dengan digitalisasi dalam berpromosi memang merupakan keharusan dalam era milenial saat ini yang serba cepat dan praktis.

Namun digitalisasi dalam pemasaran dan penjualan, kata dia, bukan merupakan cara satu-satunya karena pemasaran khususnya pariwisata dan perhotelan memerlukan komunikasi dan pendekatan yang intensif untuk merebut pasar.

Masifnya perkembangan teknologi informasi juga melahirkan wadah baru dalam sistem pemesanan kamar hotel melalui agen perjalanan dalam jaringan atau "online travel agent" (OTA) yang kini banyak bermunculan.

Sifatnya yang praktis, cepat dan mudah membuat wadah baru itu banyak diburu wisatawan yang akan berkunjungan ke sebuah destinasi wisata.

"Agen perjalanan wisata `online` itu sesuatu yang tidak bisa ditolak karena dia memberi banyak manfaat ke pelanggan karena lebih murah, nyaman dan gampang dalam melacak kalau terjadi sesuatu," imbuh Pitana.

Dia mengharapkan agar cara tersebut harus diatur dalam aturan yang jelas khususnya menyangkut izin, perpajakan dan kontrol sehingga OTA itu juga berkontribusi bagi pemasukan negara.

Pitana menjadi salah satu pembicara dalam pertemuan tenaga pemasaran dan penjualan bidang perhotelan di Indonesia pertama kali yang digelar Komunitas Profesi Pemasaran dan Penjualan Perhotelan di Bali (Bascomm).

Ia mengharapkan pemerintah mendapatkan masukan dari pertemuan tersebut karena disuarakan langsung oleh pelaku di lapangan. Begitu pula Bascomm yang mengharapkan adanya masukan dalam pengembangan pemasaran dan penjualan bidang perhotelan.

Penasehat Bascomm Gufron seperti dilansir Antara mengatakan pihaknya harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini yakni tidak ketinggalan memanfaatkan teknologi seperti melalui media sosial untuk melakukan pemasaran.

Pergeseran pasar dari cara konvensional menjadi "online" khususnya dalam hal pemesanan kamar hotel saat ini dinilai menjadi tren marak yang tidak terpisahkan dari karakter wisatawan.

"Kami tidak bisa menghindari tantangan baru itu. Teknologi dan sistem itu wajib hukumnnya diikuti jika mau eksis, hanya sistem saja yang berubah, selebihnya tidak jadi masalah," ucapnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

“Mengenal Lebih Dalam tentang Polistirena Busa untuk Kebaikan Manusia dan Lingkungan” di Karawang, Jawa Barat, Rabu (26/6/2019).

Kamis, 27 Juni 2019 - 07:01 WIB

Ini Fakta Benar Soal Penggunaan Styrofoam bagi Manusia dan Lingkungan

Tahukah Anda penggunaan styrofoam yang digunakan dalam mengemas makanan dan minuman yang selama ini diisukan tidak aman dan tidak sehat tidak terbukti sama sekali. Bahkan styrofoam yang beredar…

Forum Silaturahmi Dai Muda Jakarta

Kamis, 27 Juni 2019 - 06:35 WIB

Forum Silaturahim Dai Muda Jakarta Tolak Halal Bihalal di MK

Jakarta - Menyikapi rencana sejumlah ormas yang rencananya akan menggelar kegiatan zikir, doa bersama, sholawat dan halal bi halal pada tanggal 26-28 Juni 2019 di pelataran GedungMahkamahKonstitusi(MK),ForumSilaturahmjDa’iMudaJakarta(FSDMJ)menggelar…

Bambang Soesatyo Ketua DPR RI (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 27 Juni 2019 - 06:00 WIB

Ketua DPR Harap Makin Banyak Perusahaan Melantai di Bursa Saham

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) berharap seiring kondusifnya suhu politik disertai dengan peningkatan iklim investasi dan bisnis di Indonesia, semakin banyak pula perusahan yang memperdagangkan…

Masyarakat Bakung Udik Menggala Minta Dukungan Sekjen SMSI Lapor ke KSP

Kamis, 27 Juni 2019 - 03:11 WIB

Masyarakat Bakung Udik Menggala Minta Dukungan Sekjen SMSI Lapor ke KSP

Antoni AT. Koordinator Masyarakat Adat Bakung Udik Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung melaporkan permasalahan sengketa lahan yang terjadi didaerah tersebut ke KSP…

PT. Solusi Bangun Indonesia (SBI)

Rabu, 26 Juni 2019 - 21:10 WIB

Naik 11 Persen, Total Pendapatan PT. SBI Capai Rp 10,378 Triliun pada 2018

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SBI) yang dahulu bernama Holcim Indonesia membukukan pendapatan perusahaan tahun 2018 sebesar Rp 10,378 triliun. Capaian ini meningkat 11 persen dari Rp 9,38…