INDUSTRY.co.id - PT Pertamina Refinery Unit (RU) VI Balongan Indramayu, Jawa Barat, menargetkan untuk mengurangi kebutuhan avtur impor Nasional sebesar 60 persen, dimana saat ini impor avtur perhari sebanyak 2.860 kilo liter.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina Ahmad Bambang di Indramayu, Jumat (30/12) mengatakan untuk saat ini kebutuhan avtur secara nasional mencapai 12.400 kilo liter perhari dan Pertamina baru bisa menyuplai sebesar 9.540 kilo liter perhari dimana harus impor 2.860 kilo liter.
"Nanti ketika Pertamina RU VI ini sudah bisa beroperasi keseluruhan diharapkan bisa mengurangi kebutuhan impor sebanyak 1.900 kilo liter perhari atau sebesar 60 persen," kata Bambang.
Bambang menuturkan pada tahap pertama ini, Pertamina RU VI Balongan baru bisa memproduksi avtur sebanyak 200 kilo liter perhari.
Dan produksi pada tahap pertama ini dikhususkan untuk mensuplai kebutuhan avtur di Bandara Husen Sastranegara Bandung.
"Kalau sekarang berarti kami bisa mengurangi impor avtur antara 10-15 persen saja," ujarnya.
Bambang melanjutkan selanjutnya pada tahap kedua, pihaknya akan memproduksi avtur sebesar 900 kilo liter perhari.
Dengan mensuplai kebutuhan avtur di empat Bandara yaitu, Husen Sastranegara Bandung, Halim Perdana Kusuma Jakarta, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan Bandara Ahmad Yani Semarang.
Sementara itu pada tahap ketiga produksi ditargetkan sebesar 1.900 kilo liter perhari dengan mensuplai di empat Bandara dengan melalui jalur perpipaan.
"Kalau pada tahap tiga kami berharap bisa memproduksi sampai 1.900 kilo liter perhari dan didistribusikan melalui perpipaan," tambahnya.(Ant/Hrb)