INDUSTRY.co.id -  Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bitung mampu mendorong kinerja ekspor berbagai komuditi dari wilayah Provinsi Sulawesi Utara.

"KEK Bitung berdampak pada kinerja ekspor Sulut, karena dipastikan investor berdatangan ke kawasan tersebut," kata Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Darwin Muksin di Manado, Jumat (30/12) .

Dikatakan, jika investor banyak masuk ke KEK Bitung nantinya otomatis akan memerlukan produk unggulan Sulut.

"Sehingga dengan promosi saat ini, KEK Bitung mampu meningkatkan kinerja ekspor ke depan," katanya.

Deputi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulut Yusnang mengatakan BI memproyeksikan pengembangan proyek KEK Bitung dari mulai pembangunan hingga beroperasi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 3,75 persen.

Namun besaran itu merupakan akumulasi dari pengembangan KEK Bitung setelah seluruh lahan selesai digarap.

Bukan hanya itu, pembangunan dan beroperasinya tol Manado-Bitung juga memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi.

Dalam paket kebijakan ekonomi IV yang membahas tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terdapat fokus delapan wilayah, salah satunya Bitung, di Sulawesi Utara. Rencana tersebut sebagai salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian di daerah.

Dia menambahkan, pembangun KEK Bitung ini dijalankan secara berkelanjutan (multiyears), artinya untuk tahap pertama kontribusinya tidak akan terlalu besar untuk ekonomi regional.

Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus, yang merupakan implementasi dari Undang-Undang No.25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal.

Kerangka peraturan yang lebih rinci dijabarkan dalam PP No 2 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

KEK didefinisikan sebagai kawasan dengan batas tertentu dalam wilayah hukum NKRI yang ditetapkan untuk menyelenggarakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu.

Sementara itu dalam seminar "Sebelas Naik Kelas" yang digelar di Grand Ballroom Hotel Kempinski Jakarta, beberapa waktu lalu, Bupati Kendal Mirna Anissa, memaparkan potensi dan keunggulan berinvestasi di KIK.

Bupati Mirna berharap kehadiran KIK berpengaruh signifikan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kendal.

Selain itu, dia juga menyatakan KIK tidak hanya akan menjadi sumber pendapatan bagi daerah dan negara, namun juga membuka peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat sehingga tidak perlu lagi bekerja di luar negeri.

Dalam sesi  yang menampilkan judul "Membangun Indonesia dari Daerah dengan Inovasi", Mirna pun menyampaikan pembangunan Kawasan Industri Kendal merupakan salah satu upaya untuk pemerataan wilayah Industri di Pulau Jawa yang selama ini hanya berpusat di Jawa barat dan Jawa Timur saja.

"Jawa Tengah harus memiliki kawasan industri tersendiri karena disamping tenaga kerja melimpah dan upah pekerja memenuhi syarat juga karena dekat dengan Pelabuhan Tanjung Kendal yang sedang dikembangkan menjadi pelabuhan niaga," ujarnya.

Sebelumnya, Menperin Airlangga Hartarto pada Konferensi Pers jelang Peresmian Kawasan Industri Kendal (KIK) Park by the Bay di rumah dinas gubernur di Semarang, Jawa Tengah, memaparkan kontribusi Jawa Tengah terhadap ekonomi nasional saat ini masih sekitar 9,7 persen atau di bawah Jawa Barat sebesar 27 persen dan Jawa Timur yang mencapai 18 persen. (Hrb)