INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pada perdagangan Kamis (9/11/2017)  diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pelemahan akan menghantui dengan aksi jual investor dengan range pergerakan 6020-6070.

Advertisement

"Pergerakan IHSG yang sedikit tertekan pada level resistance memberikan signal potensi pull back resistance setelah memasuki area jenuh beli dibeberapa indikator momentum," kata analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis (9/11/2017).

 
Kemarin, IHSG (-0.18%) ditutup melemah 11.07 poin dilevel 6049.38 mengikuti mayoritas indeks saham di Asia setelah bergerak terus optimis mematahkan rekor penguatan sebelumnya.

Advertisement

Saham-saham sektor infrastruktur (-1.71%) dan pertambangan (-1.30%) mengalami aksi profit taking diantaranya TRAM, TOWR, TLKM, ZINC, ADRO hingga PTBA setelah  Impor batubara China turun pada bulan Oktober 2017 dibandingkan bulan sebelumnya. Tingkat penjualan eceran melambat dilevel 1.8% dari 2.5% diperiode sebelumnya.

Investor asing berbalik mencatatkan aksi jual sebesar 818.72 Miliar rupiah dengan saham TLKM, UNTR dan ADRO menjadi yang terbanyak mengalami aksi jual investor asing.

Advertisement

Bursa saham di Eropa dibuka terkonsolidasi setelah sebelumnya mengalami tekanan. Indeks Eurostoxx (-0.08%), FTSE (+0.05%), DAX (+0.05%) dan CAC (-0.10%). Sterling jatuh karena ketegangan di pemerintah Inggris terus meluap dimana selain percakapan Brexit, Perdana Menteri Inggris, Theresa May menimbang akan memecat anggota kabinetnya.


Indeks Nikkei (-0.10%), Hangseng (-0.30%), Shanghai (-0.15%) memimpin aksi cooling down mayoritas indeks saham di Asia meskipun indeks TOPIX (+0.24%) dan KOSPI (+0.27%) tetap melanjutkan penguatan. Data neraca perdagangan di Tiongkok rilis dibawah ekspektasi akibat penurunan Eksport dilevel 6.9% dari 8.1% menjadi penekan pergerakan.

Advertisement