INDUSTRY.co.id - Jakarta-Bank Indonesia (BI) memperkirakan tahun  tahun depan ramai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) di 2019, tidak akan mempengaruhi ke ekonomi dan pertumbuhan kredit perbankan.

Advertisement

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menilai tahun politik merupakan langganan lima tahunan bangsa Indonesia.

"Kalau pemilu tiap 5 tahun kita ada. Tahun politik enggak berpengaruh," ujar dia di Jakarta, Selasa (31/10/2017).

Advertisement

Ia menjelaskan bagi perbankan tahun politik hal yang biasa. Sehingga pertumbuhan kredit tahun depan dapat tumbuh double digit, meskipun tahun ini di bawah dua digit.

"Pertumbuhan kredit  tahun depan 10-12 persen, tahun ini year to date  (ytd) baru mencapai 3,7% sampai  3,8%. Secara year on year  (yoy) 8 persen. Mudah-mudahan ada pick up di kuartal IV 2017," katanya.

Advertisement

Pendukung kredit tahun depan dapat double digit, katanya sektor swasta terlibat ekspor dan impor. Adanya hal tersebut, tentunya membutuhkan pendanaan perbankan.

"Kalau APBN kan hanya 10-12 persen dari PDB, sedangkan  ini signifikan adalah sektor di luar pemerintah yaitu swasta, ekspor dan impor itu membutuhkan kredit semua, bank juga sudah siap kasih kredit," katanya.

Advertisement