INDUSTRY co.id -Jakarta - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah melakukan konversi utang menjadi modal atas PT Citilink Indonesia. Langkah ini sudah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham di luar RUPS Citilink. Dengan demikian, terjadi peningkatan penyertaan modal perseroan kepada Citilink menjadi sebesar 1,812 juta lembar saham atau senilai Rp1,8 triliun.
"Sehingga presentasi kepemilikan secara langsung perseroan pada Citilink meningkat menjadi 99%," ujar Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Helmi Imam Satriyono melalui keterbukaan informasi BEI, Senin (30/10/2017).
Ia menambahkan, transaksi ini tergolong transaksi afiliasi, karena Citilink merupakan entitas anak.
Per September 2017, Garuda Indonesia mencatat peningkatan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk periode Januari-September 2017 sekitar 404,53% atau menjadi US$222,039 juta dari US$44,009 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Kondisi ini disebabkan adanya beban pajak selama sembilan bulan pertama tahun ini atau sekitar US$52,960 juta dari periode yang sama tahun lalu mengantongi manfaat pajak sebesar US$13,715 juta.
Beban usaha maskapai penerbangan pelat merah ini juga meningkat 12,83% atau menjadi US$3,235 miliar per akhir September 2017 dari periode yang sama tahun lalu sekitar US$2,867 miliar.
Salah satu penyumbang membesarnya beban usaha adalah operasional penerbangan dengan peningkatan sebesar 14,03% atau dari US$1,632 miliar per akhir September 2017 menjadi US$1,861 miliar.
Selain itu, Garuda mencatat kerugian selisih kurs karena penjabatan laporan keuangan sebesar US$3,598 juta per akhir September 2017 dari periode yang sama tahun lalu membukukan keuntungan sekitar US$16,581 juta.