INDUSTRY.co.id - Jakarta- Chief Executive Officer (CEO) PT Go-Jek Indonesia, Nadiem Makarim, mengungkapkan pendapatan rata-rata per bulan para mitra "driver" atau pengemudi Go-Jek melebihi upah minimum regional (UMR) DKI Jakarta.

Advertisement

"Di Jakarta, UMR sekitar Rp3,3 juta per bulan, dan di luar Jabodetabek sekitar Rp2 juta. Rata-rata pendapatan mitra 'driver' Go-Jek hampir Rp4 juta per bulan," kata Nadiem dalam Seminar Hari Oeang di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (26/10/2017)

Ia menyebutkan apabila para mitra pengemudi Go-Jek tersebut bekerja secara penuh hingga 10-12 jam per hari, pendapatannya bisa mencapai hingga Rp8 juta per bulan.

Advertisement

"Sehingga mereka mulai masuk ke kelas menengah. Dan ini pekerjaan yang fleksibel. Banyak sekali mereka kerja keras di Go-Jek untuk mendapatkan sesuatu yang kritis, seperti memenuhi uang pangkal universitas anaknya," kata Nadiem.

Kemudian, ia juga berpendapat bahwa masalah ekonomi di Indonesia tidak hanya menyangkut "unemployment" atau pengangguran, namun juga "underemployment" atau kelompok pekerja yang ingin bekerja lebih banyak tetapi tidak bisa.

Advertisement

"Jadi pekerjaan yang fleksibel dan paruh waktu ini yang bisa menjadi solusi bagi masalah akut di bidang 'underemployment', apalagi kalau sektor formalnya sedang lemah," ucap dia.

Selain itu, mitra driver Go-Jek juga memperoleh akses berbagai macam produk jasa keuangan dari bank dan perusahaan pembiayaan.

Advertisement

Transparansi data yang dimunculkan dari transaksi digital dalam proses bisnis para mitra Go-Jek juga memudahkan pengajuan kredit.

Nadiem juga mengatakan sudah lebih dari 55 persen dari transaksi melalui moda Go-Jek sudah dilakukan secara nontunai melalui Go-Pay.

"Harapannya kami akan menciptakan 'cashless economy' di Indonesia agar semua orang punya hak mengakses jasa keuangan," ucap dia.

PT Go-Jek Indonesia mulai meluncurkan aplikasi ponsel pintar sejak Januari 2015 dan telah diunduh sebanyak 55 juta kali. Saat ini, perusahaan tersebut telah bermitra dengan 500 ribu pengemudi dan bekerja sama dengan 100 ribu restoran dan warung di 50 kota.

Nadiem menjelaskan bahwa harga jasa transportasi melalui Go-Jek dapat lebih murah dari harga konvesional karena perusahaan itu menerapkan efisiensi lewat teknologi yang mampu menurunkan harga ke konsumen dan menambah pangsa pasar untuk konsumen.