INDUSTRY.co.id - PT Pertamina (Persero) menegaskan pihaknya menjual BBM ke pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) secara langsung atau tanpa perantara.
Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro dalam rilis di Jakarta, Kamis, mengatakan, titik serah pengiriman BBM Pertamina merupakan hak dari konsumen atau PLN untuk menentukannya.
"Pertamina bertransaksi langsung dengan PLN tanpa perantara dan skema yang sekarang dilakukan sesuai keinginan pembeli (PLN). Kami telah memberikan pelayanan terbaik sebagaimana dikehendaki PLN," katanya.
Menurut dia, semua pelanggan besar Pertamina juga selalu ada pilihan model "delivery" maupun "mode of payment".
"Bisa dengan 'loco' (biaya pengiriman ditanggung pembeli) maupun 'franco' (biaya pengiriman ditanggung penjual). Untuk pembangkit listrik, PLN menghendaki agar titik serah BBM hanya sampai di depo atau terminal dengan pola 'delivery loco'," ujarnya.
Ia mengungkapkan, harga BBM ke industri, termasuk pembangkit listrik di daerah terpencil, memang relatif lebih mahal karena ongkos angkut yang tinggi.
Selain itu, lanjutnya, harga jual BBM untuk PLN dengan formula harga patokan Platt's (MOPS) ditambah lima persen, yang berlaku di seluruh Indonesia, sebenarnya juga kurang mencerminkan keekonomian.
Wianda mengatakan, Pertamina tidak mungkin melakukan skema subsidi silang sebagaimana BBM bersubsidi, karena harus menjaga daya saing harga BBM di daerah lainnya.
"Untuk pembangkit dengan konsumsi BBM yang besar, PLN melakukan tender untuk mendapatkan harga terbaik, sehingga apabila diminta melakukan subsidi silang, maka akan mengurangi daya saing Pertamina dalam tender pasokan BBM kepada PLN di tempat lain," ujarnya seperti dikutip Antara.
Ia juga mengatakan, pihaknya akan terus mengedepankan efisiensi termasuk menerapkan rantai suplai yang efektif agar harga senantiasa kompetitif bagi para konsumen.
"Kami berharap semangat sinergi dan mengedepankan solusi bersama menjadi landasan utama sebagai sesama BUMN untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat," kata Wianda.(Hrb)