INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Develoment Corporation (ITDC) mengajak perusahaan konstruksi asal Prancis, Vinci Construction, untuk berinvestasi di kawasan ekonomi khusus, Mandalika, Lombok.
Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer mengatakan, kedua belah pihak telah menandatanganani nota kesepahaman pada Maret 2017 lalu. Sebagai tindak lanjut, ITDC dan Vinci akan membentuk perusahaan patungan untuk mengelola dan mengoperasikan kawasan seluas 120 hektar.
"Kita mendapatkan penugasan untuk mengelola kawasan Mandalika seluas 1.000 hektar. Untuk mengembangkan kawasan ini, kita membutuhkan dana sebesar Rp3,3 triliun selama 10 tahun," kata Abdulbar di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/10/2017).
Dari 1.000 hektar tersebut, Vinci akan menyewa sekitar 120 hektar yang rencananya dibangun hotel serta sirkuit MotoGP. Untuk merelisasikan proyek tersebut, Vinci akan membenamkan investasi sebesar US$500 juta atau setara Rp6,7 triliun (kurs BI Rp13.504 per dolar AS).
Pada tahap awal, Vinci akan membangun sirkuit MotoG dan disusul oleh hotel. Seluruh proyek ini diharapkan rampung pada 2019, sehingga pada 2020 sirkuit sudah dapat digunakan.
Pada perusahaan patungan ini, kepemilikan saham ITDC minoritas dan dikuasai oleh Vinci. Dengan demikian, hasil pembagian pendapatan dalam proyek pun disesuaikan dengan porsi kepemilikan sahamnya.
Sementara sisa lahan yang akan dikembangkan di Mandalika, ITDC terus mencari mitra strategis lainnya. Dengan adanya penugasan membangun kawasan Mandalika, maka laba bersih ITDC diperkirakan turun atau menjadi Rp60 miliar dibandingkan capaian tahun lalu sebesar Rp80 miliar.
Sementara pos pendapatan diproyeksikan meningkat atau menjadi Rp260 miliar per akhir 2017 dari tahun lalu Rp240 miliar. "Walaupun laba turun, namun aset meningkat karena adanya penugasan dari pemerintah ini," tuturnya.