INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun tetap akan dikisaran 5%. Angka tersebut bertahan sejak empat tahun belakangan. Setelah bertumbuh 4.9% di tahun 2016, PDB Indonesia melaju di angka 5.0% pada Semester 1-2017 digerakkan utamanya oleh konsumsi masyakarat dan investasi. Konsumsi masyarakat di Semester 1-2017 ternyata tidak tumbuh sekuat yang diharapkan.
Adrian PanggabeanChief EconomistCIMB Niaga mengatakan dibalik tren ini, titik terang justru muncul dari beberapa sektor yang skalanya relatif lebih kecil. misalnya sektor Informasi dan Komunikasi, serta sektor Keuangan dan Asuransi. Sektor Informasi dan Komunikasi secara rata-rata tumbuh dengan laju 9.8%. Sementara sektor Keuangan dan Asuransi tumbuh dengan laju rata-rata 7.5% dalam empat tahun terakhir.
Tingkat harga-harga umum, atau inflasi,di Semester 1-2017 memang mengkonfirmasi belum munculnya indikasi kuatnya pemulihan ekonomi di level mikro di 2017. Rerata inflasi (year-average inflation) sampai dengan bulan Agustus berada di angka 3.8%. Dan itu lebih disebabkan karena selama 4 bulan pertama di tahun 2017 terjadi penyesuaian harga-harga listrik, BBM dan STNK, yang kesemuanya dikendalikan pemerintah (administered prices), ujar dia di Jakarta, Senin (2/9/2017).
Wajar saja pertumbuhan ekonomi hanya 5%, lanjut dia karena belanja pemerintah pada kuartal II-2017 turun1.93% yoy versus 6.23% yoy di kuartal II-2016. Belanja pemerintah di sepanjang Semester 1-2017 hampir tidak tumbuh jika dibandingkan dengan 1H2016. Dari sisi nominal nampak penurunan dalam pertumbuhan belanja pemerintah di Semester 1-2017 yang hanya sebesar 3.2% yoy, dibandingkan dengan pertumbuhan 11.8% yoy di smester 1-2016. Padahal, dari sisi penerimaan negara terjadi peningkatan 13.2% yoy di semester 1-2017.
Sementara, kata dia, investasi bergerak naikwalau agak perlahan. Pertumbuhan belanja investasi Indonesia di kuartal II-2017sebesar 5.35% yoy, sedikit lebih tinggi dari laju pertumbuhannya di kuartal II-2016 yang sebesar 4.18%. Hal ini didorong oleh belanja investasi pada komponen bangunan yang tumbuh 6.07% yoy pada kuartal II-2017, atau lebih tinggi dibandingkan 5.07% pada kuartal II-2016.
Pertumbuhan pada infrastruktur tampaknya mendominasi dibandingkan pertumbuhan pada perumahan. Hal ini dikonfirmasi oleh data pertumbuhan PDB berdasarkan industri. Sektor konstruksi tumbuh 6.96% yoy pada kuartal II-2017, sementara sektor real estat hanya tumbuh 3.86% yoy pada kuartal II-2017. Pertumbuhan sektor real estat bahkan lebih rendah dibandingkan pertumbuhannya di kuartal II-2016 yang sebesar 4.76% yoy.