INDUSTRY.co.id - Jakarta, Ritel menjadi salah satu sektor yang paling seksi di Indonesia. Hal ini bisa dimaklumi mengingat 60% perekonomian Indonesia ditopang oleh konsumsi domestik. Sektor ritel pun menjadi sasaran peritel asing yang masuk ke Indonesia.
Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa merupakan pasar empuk bagi industri ritel. Tahun depan industri ritel diprediksi bakal lebih bergairah, imbas dari Pilkada dan dana proyek pemerintah.
Baru-baru ini perusahaan konsultan global A.T Kearney mengeluarkan Global Ritel Development Index (GRDI). Tahun 2016, Indonesia naik tujuh peringkat ke posisi 5 dari peringkat 12 di tahun 2015. Posisi Indonesia ini masih di bawah Tiongkok, India, Malaysia, dan Kazakhstan. Indonesia berada di posisi 5 dengan skor GRDI 55,6 dan penjualan ritel sebesar US$342 miliar.
"Fast Moving Consumer Good (FMGC) dan F&B (Food and Beverage) masih akan menjadi mesin pertumbuhan sektor ritel sepanjang tahun" tutur Yongki Susilo selaku pengamat ritel sekaligus Direktur Eksekutif Nielsen Indonesia lewat pesan singkatnya kepada industry.co.id.
Pertumbuhan penjualan ritel FMGC di tahun 2017 diprediksi akan mencapai sekitar 10,6%. Kawasan Indonesia Timur masih menjadi faktor pendorong utama dengan pertumbuhan double digit. Aktivitas pariwisata yang sedang digalakkan pemerintah akan meningkatkan pertumbuhan ritel di Indonesia Timur