INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Pendiri dan Chairman Jababeka Group, Setyono Djuandi Darmono (SD Darmono), meraih penghargaan Lifetime Achievement Award as The Father of Indonesian Industrial Estate di ajang Industry Award 2026.
Penghargaan sebagai The Father of Indonesian Industrial Estate itu dianugerahkan di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta, pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Ini menjadi Lifetime Achievement kedua bagi SD Darmono, setelah sebelumnya dianugerahi Kementerian Perindustrian sebagai Tokoh Kawasan Industri Nasional pada 2015.
Acara penganugerahan yang mengusung tema "Driving Sustainable Growth Through Excellence in Governance and Digital Transformation" tersebut menghadirkan Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, sebagai keynote speaker mewakili Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza.
SD Darmono berhalangan hadir karena berada di Beijing. Penghargaan diterima oleh Komisaris PT Jababeka Tbk, Didiek Hartantyo.
"Terima kasih atas apresiasi ini, Bapak Darmono sedang di Beijing, jadi saya mewakili dan menyampaikan terima kasih atas penghargaan ini," ujar Didiek.
Penilaian Berlapis
CEO INDUSTRYcoid sekaligus Ketua Dewan Juri, Nandi Nanti, menjelaskan penilaian tahun ini dilakukan melalui tiga pendekatan, yakni desk research, media monitoring, dan expert judgement.
Dari 200 perusahaan yang ditelaah, seleksi mengerucut menjadi 60 perusahaan hingga akhirnya ditetapkan tiga kategori utama, yakni Special Recognition, Tokoh Industri 2026, dan 25 perusahaan industri terbaik berdasarkan performa bisnis, ESG, GCG, serta transformasi teknologi.
Untuk kategori Lifetime Achievement Award as The Father of Indonesian Industrial EstateDewan Juri sepakat bulat memilih SD Darmono.
"Bapak SD Darmono adalah definisi sejati dari Bapak Kawasan Industri Indonesia. Melalui visi luar biasa dalam menciptakan kota industri terintegrasi pertama di Indonesia dari lahan rawa pada 1989, keberanian mengambil keputusan tidak populer untuk membangun infrastruktur dari nol ketika tidak ada yang percaya, capaian tak tertandingi dengan menaungi lebih dari 2.000 perusahaan multinasional dengan investasi 30 miliar dollar AS, dan warisan bersejarah sebagai arsitek model peradaban industri modern Indonesia, beliau telah menetapkan standar emas abadi sebagai Bapak Kawasan Industri Indonesia dan pembangun utama bangsa industri Indonesia," demikian pernyataan Dewan Juri.

Empat Pilar Penilaian
Dewan Juri menetapkan penghargaan ini berdasarkan empat pilar terverifikasi.
Pertama, visi pelopor peradaban industri modern. Pada 1989, saat Cikarang masih berupa rawa tanpa listrik dan jalan, Darmono membuktikan industri membutuhkan ekosistem, bukan sekadar pabrik. Dari lahan seluas 5.600 hektare itu, lahir Kota Jababeka, kawasan industri terintegrasi pertama yang menyatukan hunian, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Model ini kini menjadi rujukan bagi 175 kawasan industri di Indonesia. Jababeka kini menaungi lebih dari 2.000 perusahaan multinasional dari 30 negara dan menyerap 1,2 juta tenaga kerja.
Kedua, keberanian menempuh jalan tidak populer. Darmono menjadi satu-satunya pengusaha nasional yang berani membangun kawasan industri di tengah sawah tanpa infrastruktur dan sempat diragukan perbankan. Ia mempertaruhkan reputasi dan seluruh asetnya untuk membangun infrastruktur dasar secara mandiri, mulai dari pembangkit listrik, pengolahan air, jalan, Cikarang Dry Port, hingga akses kereta. Langkah itu membuka jalan bagi masuknya industri otomotif, elektronik, dan FMCG raksasa.
Ketiga, capaian tak tertandingi. Yang dibangun bukan lagi sekadar kawasan, melainkan kota global: Jababeka Education Park dengan President University sebagai universitas internasional pertama di kawasan industri, Jababeka Medical City, Jababeka Golf, hingga Jababeka Silicon Valley. Total kelolaannya mencapai lebih dari 9.000 hektare, meliputi Jababeka Cikarang, Kawasan Industri Kendal seluas 2.700 hektare, KEK Tanjung Lesung, dan Kawasan Industri Morotai. Ia menjadi satu-satunya tokoh yang berhasil menjadikan kawasan industrinya sebagai kota mandiri berpenduduk lebih dari 1,2 juta jiwa.
Keempat, warisan kenegarawanan. Melalui President University, Darmono mencetak puluhan ribu SDM unggul yang menjadi tulang punggung industri nasional. Gagasan _township-based industrial development_ yang ia gagas kini diadopsi menjadi kebijakan nasional pembangunan kawasan industri.
Semua bermuara pada satu prinsip yang ia pegang: Membangun Industri Berarti Membangun Peradaban Bangsa - Dari Kawasan Menjadi Kota, Dari Kota Menjadi Masa Depan Indonesia.