INDUSTRY.co.id - KANDANGAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, mengapresiasi keterlibatan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) melalui anak usahanya PT Subur Agro Makmur (SAM), dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan warga.

Dukungan tersebut dinilai memperkuat upaya pengendalian karhutla di HSS, terutama melalui pengerahan personel, peralatan darat, dan helikopter untuk water bombing.

Kepala Pelaksana BPBD HSS, Ika Agus, mengatakan keterlibatan pihak swasta sangat dibutuhkan ketika cuaca kering dan keterbatasan sumber air menyulitkan pemadaman.

"Menurut aturan, penanganan di dalam konsesi memang tanggung jawab perusahaan. Namun keikutsertaan PT SAM membantu pemadaman hingga ke lahan warga amat sangat berguna. Dukungan darat dan helikopter water bombing ini sangat membantu tim gabungan mengendalikan karhutla di HSS," ujar Ika, Sabtu (18/10/2026).

Saat ini, HSS berstatus Siaga Darurat Karhutla. Cuaca panas dan kering memicu kebakaran di sejumlah titik, dengan tantangan akses lapangan dan minimnya sumber air permukaan.

PT SAM mengerahkan helikopter Bell 505 Jet Ranger X untuk operasi udara. Hingga laporan terbaru, helikopter tersebut telah melakukan tiga kali water bombing di titik api di luar konsesi, tepatnya di sekitar perimeter areal perusahaan.

Operasi udara dinilai efektif menjangkau lokasi yang sulit diakses lewat darat, seperti kawasan semak belukar. Operasi akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan visibilitas dan memprioritaskan area di luar konsesi.

Di darat, Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) PT SAM bekerja bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk pemantauan dan pemadaman langsung.

BPBD menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan swasta menjadi kunci. Sebab, dampak karhutla dan kabut asap tidak mengenal batas administrasi maupun konsesi.

Dengan koordinasi yang terjaga, penanganan karhutla diharapkan lebih efektif dan dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan, lingkungan, serta aktivitas ekonomi warga.