INDUSTRY.co.id - Jakarta – Upaya mencari jasad sang ayah yang telah meninggal justru membawa Jay Gardiner ke dalam perjuangan hidup dan mati. Ia terjebak di dalam tubuh seekor paus sperma raksasa dengan persediaan oksigen yang hanya cukup untuk satu jam dalam film thriller survival terbaru, “Whalefall”, yang tayang di bioskop mulai 14 Oktober 2026.
Film produksi 20th Century Studios dan Imagine Entertainment ini dibintangi Austin Abrams sebagai Jay Gardiner dan Josh Brolin sebagai Mitt Gardiner, ayah Jay. Di balik situasi ekstrem yang menjadi inti cerita, “Whalefall” mengangkat persoalan kehilangan, hubungan ayah dan anak, serta kesempatan untuk berdamai dengan masa lalu.
Kisah bermula satu tahun setelah kepergian sang ayah. Jay akhirnya memutuskan kembali ke rumah yang selama ini dihindarinya untuk mencari jasad sang ayah yang belum ditemukan. Meski hubungan mereka semasa hidup jauh dari kata hangat, Jay masih menyimpan harapan untuk mendapatkan perpisahan yang selama ini belum sempat ia rasakan.
Namun, perjalanan tersebut berubah menjadi mimpi buruk ketika Jay mengalami insiden saat menyusuri tepi palung. Ia tertelan paus sperma raksasa dan terperangkap di dalam tubuh hewan tersebut. Dalam kondisi terisolasi di tengah laut, Jay harus menemukan jalan keluar sebelum persediaan oksigennya habis.
Di tengah perjuangan itu, ingatan tentang sang ayah perlahan memperoleh makna baru. Pelajaran hidup yang pernah diterimanya dari Mitt menjadi salah satu bekal yang mungkin dapat membantunya bertahan. Ancaman kematian pun berjalan beriringan dengan pergulatan batin Jay untuk memahami kembali hubungan mereka.
Diadaptasi dari novel karya penulis pemenang penghargaan Daniel Kraus, berjudul sama, “Whalefall” menawarkan pendekatan yang tidak hanya bertumpu pada ketegangan bertahan hidup. Ceritanya juga menelusuri bagaimana kehilangan seseorang dapat meninggalkan pengaruh yang terus hidup dalam diri orang-orang yang ditinggalkan.
Gagasan cerita ini berawal dari sebuah video yang memperlihatkan dua orang hampir tertelan paus ketika bermain kayak di tengah laut. Terinspirasi oleh kejadian tersebut, Kraus menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk meneliti paus sperma dan berkonsultasi dengan ilmuwan serta sejumlah ahli.
Dari proses riset itu, Kraus menemukan bahwa meskipun belum ada catatan nyata mengenai manusia yang tertelan paus sperma, kemungkinan tersebut menjadi dasar yang menarik untuk dikembangkan sebagai cerita fiksi. Riset tersebut kemudian menjadi fondasi bagi kisah survival yang memadukan ketegangan dengan eksplorasi emosional.
Makna yang lebih dalam juga tercermin dari judul filmnya. Dalam istilah ilmiah, whale fall merujuk pada bangkai paus yang tenggelam ke dasar laut dan menjadi sumber nutrisi bagi ekosistem baru. Fenomena ini menjadi metafora tentang bagaimana sesuatu yang berakhir dapat menghadirkan kehidupan bagi hal lain.
“Ketika seseorang meninggal, kematiannya hanyalah awal. Secara fisik mereka memang tidak ada, tetapi kehidupan mereka terus menyebar kepada semua orang yang mengenalnya,” kata Daniel Kraus, penulis novel sekaligus penulis skenario “Whalefall”.
Pesan tersebut memperkuat perjalanan Jay, yang tidak hanya berusaha keluar dari situasi mengancam nyawa, tetapi juga menghadapi kenangan dan hubungan yang belum terselesaikan dengan ayahnya. Dalam keadaan ketika waktu terus berkurang, ia harus menemukan alasan untuk bertahan sekaligus memahami arti kehadiran sang ayah dalam hidupnya.
Adaptasi Novel ke Layar Lebar
Tidak lama setelah novel “Whalefall” diterbitkan pada Agustus 2023, Kraus bersama sutradara Brian Duffield mulai mengembangkan cerita tersebut menjadi skenario film. Duffield, yang sebelumnya menyutradarai “No One Will Save You”, memimpin adaptasi ini dengan dukungan sejumlah sineas di bidang sinematografi, penyuntingan, desain produksi, efek visual, dan musik.
Proses produksi berlangsung di sejumlah lokasi di California, termasuk Monterey, San Pedro, Pulau Catalina, serta studio CBS Radford di Studio City. Deretan sineas yang terlibat antara lain sinematografer Aaron Morton, desainer produksi Ramsey Avery, penyunting Pietro Scalia, supervisor efek visual Guillaume Rocheron, dan komposer Joseph Trapanese.
Selain Austin Abrams dan Josh Brolin, film ini turut dibintangi Elisabeth Shue, John Ortiz, Jane Levy, dan Emily Rudd.
Melalui perpaduan ketegangan di tengah laut dan konflik emosional dalam hubungan keluarga, “Whalefall” menghadirkan kisah tentang naluri bertahan hidup, kehilangan, dan warisan nilai yang tetap melekat meski seseorang telah tiada.