INDUSTRY.co.id - SINGAPURA - UOB Asset Management (UOBAM) menerbitkan laporan 4Q 2026 Quarterly Investment Strategy yang menyoroti peluang investasi di tengah perubahan kebijakan global.
Laporan tersebut menyebut, perubahan kebijakan moneter, fundamental ekonomi yang tetap tangguh, serta tren pertumbuhan struktural seperti kecerdasan buatan (AI) terus menciptakan peluang bagi investor, meski kondisi global tidak menentu.
Ketika pasar keuangan berhadapan dengan tren kebijakan yang semakin tidak menentu, aktivitas ekonomi di berbagai kawasan utama dinilai masih berkembang. Kinerja laba perusahaan tetap mendukung, sementara investasi pada teknologi transformatif seperti AI menopang prospek pertumbuhan jangka panjang.
UOBAM menilai volatilitas pasar perlu dipandang sebagai peluang bagi investor yang disiplin untuk mengambil posisi demi memperoleh imbal hasil jangka panjang yang menarik.
Terkait suku bunga, UOBAM tidak memperkirakan siklus kenaikan suku bunga yang agresif ataupun imbal hasil obligasi yang terus melonjak karena sejumlah faktor yang mendorong tekanan harga mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.
Di pasar saham, UOBAM tetap positif dengan preferensi pada Amerika Serikat (AS) dan Asia. AS dinilai menawarkan kombinasi menarik antara pertumbuhan laba, inovasi, dan kedalaman pasar.
Sementara itu, Asia memiliki fundamental jangka panjang dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, valuasi atraktif, serta posisi terdepan di berbagai industri seperti semikonduktor, memori, energi alternatif, dan kendaraan listrik.
Head of Multi-Asset Strategy UOBAM Anthony Raza mengatakan, sulit menemukan periode dalam sejarah ketika pertumbuhan laba perusahaan global sekuat saat ini.
"Pesan utama bagi investor adalah ekonomi global masih memiliki ketahanan meski terus menghadapi berbagai tekanan," kata Anthony.
Namun, ia mengingatkan siklus ekonomi mulai memperlihatkan sejumlah tanda khas fase akhir yang perlu dicermati. Meski demikian, pihaknya menilai saat ini masih terlalu dini untuk meninggalkan strategi investasi yang berorientasi pada pertumbuhan.
Dalam strategi alokasi aset, UOBAM tetap overweight pada instrumen saham dan underweight pada pendapatan tetap. UOBAM juga mempertahankan prospek positif terhadap komoditas dan memandang emas sebagai sumber penting untuk diversifikasi portofolio.
Hingga 31 Agustus 2026, UOBAM bersama anak usahanya mengelola dana kelolaan senilai 43,9 miliar dollar Singapura, dengan 63 unit trust di Singapura.