INDUSTRY.co.id - Jakarta – Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) mendesak pemerintah mempercepat penetapan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk menggenjot investasi, memperluas lapangan kerja, dan mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Umum HKI, Akhmad Ma’ruf Maulana mengatakan, percepatan perizinan dan kepastian berusaha menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tengah ketatnya persaingan investasi global.
 
Menurut dia, pemerintah perlu menerapkan mekanisme fast-track approval atau persetujuan cepat bagi proyek PSN dan KEK yang telah memenuhi persyaratan, memiliki kesiapan lahan dan infrastruktur, serta menunjukkan komitmen investasi yang jelas.
 
“Dalam dunia investasi, kecepatan adalah faktor penentu. Kita tidak boleh kehilangan peluang investasi hanya karena proses administrasi yang panjang dan berlarut-larut,” ujar Ma’ruf dalam keterangannya.
 
HKI menilai, keterlambatan realisasi investasi berpotensi menunda penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor, penerimaan negara, hingga pertumbuhan ekonomi nasional.
 
Ma’ruf menyoroti keberhasilan Vietnam dan China dalam menarik investasi melalui pengembangan kawasan industri, kemudahan perizinan, insentif investasi, serta pembangunan infrastruktur yang terintegrasi.
 
Menurutnya, Indonesia memiliki modal kuat berupa pasar domestik yang besar, sumber daya alam melimpah, tenaga kerja produktif, dan posisi geografis strategis. Namun, keunggulan tersebut perlu didukung kebijakan investasi yang lebih responsif dan konsisten.
 
Karena itu, HKI mengusulkan penyederhanaan proses evaluasi dan penetapan PSN serta KEK, penguatan koordinasi pemerintah pusat dan daerah, serta peningkatan daya saing insentif fiskal dan nonfiskal.
 
HKI juga mendorong percepatan perluasan kawasan industri yang sudah beroperasi dan memiliki infrastruktur memadai agar investasi baru dapat segera direalisasikan tanpa harus membangun seluruh fasilitas dari awal.
 
Ma’ruf menegaskan, kawasan industri memiliki peran strategis dalam mendorong hilirisasi, memperkuat industri manufaktur, meningkatkan ekspor, dan menciptakan lapangan kerja.
 
“Jangan sampai Indonesia kalah bersaing bukan karena kurangnya potensi, melainkan karena lambatnya proses pengambilan keputusan,” tegasnya.
 
HKI menyatakan siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan kawasan industri yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing internasional guna mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen serta mewujudkan Indonesia Emas 2045.