Highlights
- LPG bersubsidi 3 kg tetap Rp19.000/tabung di pangkalan resmi, dijamin tidak naik hingga akhir 2026
- Bright Gas 5,5 kg Rp107.000 dan 12 kg Rp230.000/tabung, harga tidak berubah dari September
- Henry Hub naik tipis ke US$3,18/MMBtu (+1,25%), musim dingin mulai mengerek permintaan
- TTF Eropa turun ke US$13,20/MMBtu (-1,8%), stok gas Eropa jelang musim dingin terpenuhi
- JKM Asia stabil di US$15,50/MMBtu, kompetisi LNG Eropa-Asia tetap ketat
- Aramco CP Oktober naik: propana US$680/MT, butana US$730/MT
Daftar Isi: Harga LPG Indonesia | Bright Gas | Per Wilayah | Henry Hub | TTF/JKM | Aramco CP | Faktor Harga | FAQ
Harga LPG Subsidi Hari Ini 8 Oktober 2026
Harga LPG 3 kg hari ini, Rabu (08/10/2026), tetap tidak mengalami perubahan. Kementerian ESDM memastikan harga LPG bersubsidi tabung 3 kg tidak naik hingga akhir 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah berulang kali menegaskan komitmen ini sejak April lalu, sejalan dengan penyaluran anggaran subsidi melalui APBN yang dijamin oleh Pertamina.
| Jenis LPG | Harga di Pangkalan | Harga di Pengecer | Keterangan |
|---|---|---|---|
| LPG 3 kg (Subsidi) | Rp19.000 | Rp22.000 | Tetap (HET) |
Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina tetap Rp19.000 per tabung untuk wilayah Jabodetabek dan sebagian besar Indonesia. Di tingkat pengecer, harga mencapai Rp21.000-Rp25.000 per tabung tergantung wilayah dan ongkos kirim. Pemerintah mengimbau masyarakat membeli di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga sesuai HET dan jaminan takaran.
Harga LPG Non-Subsidi (Bright Gas)
PT Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga Bright Gas di Oktober 2026. Harga terakhir berlaku sejak 16 September 2026. Meski Aramco CP Oktober naik, dampaknya belum diteruskan ke harga ritel Bright Gas. Berikut harga agen yang berlaku untuk wilayah Pulau Jawa:
| Produk | Harga per September | Harga per Oktober | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Bright Gas 5,5 kg | Rp107.000 | Rp107.000 | Tidak berubah |
| Bright Gas 12 kg | Rp230.000 | Rp230.000 | Tidak berubah |
Harga di atas merupakan Harga Jual Agen Bright Gas untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Harga di tingkat pangkalan biasanya lebih mahal Rp15.000-Rp20.000 per tabung. Riwayat harga Bright Gas 2026: April Rp107.000/Rp228.000, Juli turun ke Rp103.000/Rp220.000, Agustus turun lagi ke Rp102.000/Rp218.000, September naik kembali ke Rp107.000/Rp230.000.
Harga Bright Gas per Wilayah Indonesia
Harga Bright Gas bervariasi di setiap wilayah karena faktor ongkos distribusi. Berikut rincian harga agen per Oktober 2026:
| Wilayah | Bright Gas 5,5 kg | Bright Gas 12 kg |
|---|---|---|
| Jawa, Bali, NTB | Rp107.000 | Rp230.000 |
| Sumatera, Kepri | Rp111.000 | Rp230.000 |
| Sulawesi, Kalimantan | Rp111.000 | Rp230.000 |
| Kalimantan Utara | Rp124.000 | Rp265.000 |
| Papua, Maluku | Rp134.000 | Rp285.000 |
Papua dan Maluku menjadi wilayah termahal untuk Bright Gas karena biaya distribusi yang tinggi ke Indonesia timur. Selisih harga dengan Jawa mencapai Rp27.000 (5,5 kg) dan Rp55.000 (12 kg). Kepulauan Riau dan Kalimantan Utara juga memiliki premium signifikan karena faktor logistik antarpulau.
Harga Gas Alam Dunia: Henry Hub
Henry Hub, benchmark gas alam untuk pasar Amerika Utara, berada di level US$3,18 per MMBtu pada perdagangan 7 Oktober 2026 (data terakhir tersedia). Harga naik tipis 1,25% dari posisi sebelumnya US$3,14, seiring meningkatnya permintaan pemanasan menjelang musim dingin di belahan bumi utara.
| Indikator | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Henry Hub (7 Okt 2026) | US$3,18/MMBtu | +1,25% |
| 52-Week Range | US$2,54 - US$30,72 | Volatilitas tinggi |
| Sumber Data | WorldOilMonitor, OneValor, OilPriceAPI (7 Okt 2026) | |
Kenaikan Henry Hub didorong oleh ekspektasi permintaan pemanasan yang lebih tinggi menjelang musim dingin. Laporan penyimpanan EIA mingguan tetap menjadi katalis harga jangka pendek utama. Produksi gas alam AS dilaporkan masih dalam level memadai, menjaga harga tetap relatif terkendali di bawah US$4/MMBtu.
TTF Eropa dan JKM Asia
Title Transfer Facility (TTF) di Belanda tercatat di sekitar US$13,20 per MMBtu (75,80 euro per MWh), turun 1,8% dari pekan lalu seiring membaiknya pasokan LNG ke Eropa. Sementara Japan Korea Marker (JKM) di Asia berada di sekitar US$15,50 per MMBtu, stabil seiring kompetisi LNG antara Eropa dan Asia tetap ketat.
| Benchmark Gas Alam | Harga | Perubahan | Kawasan |
|---|---|---|---|
| Henry Hub | US$3,18/MMBtu | +1,25% | Amerika Utara |
| TTF | US$13,20/MMBtu | -1,8% | Eropa (Belanda) |
| JKM | US$15,50/MMBtu | Stabil | Asia (Jepang-Korea) |
Penurunan TTF dipicu oleh level penyimpanan gas Eropa yang cukup tinggi menjelang musim dingin dan membaiknya pasokan LNG dari Qatar serta AS. Spread JKM-TTF yang positif (JKM lebih tinggi dari TTF) mengindikasikan Asia masih membayar premium untuk kargo LNG, mencerminkan ketatnya persaingan global pasokan gas alam cair.
Harga LPG Internasional: Saudi Aramco CP
Saudi Aramco menetapkan Contract Price (CP) untuk Oktober 2026 lebih tinggi dari bulan sebelumnya, mencerminkan permintaan kuat dari sektor petrokimia Asia. Kenaikan propana US$55/MT dan butana US$70/MT dari September 2026 menjadi sinyal bullish bagi pasar LPG global.
| Produk | CP September 2026 | CP Oktober 2026 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Propana (C3) | US$625/MT | US$680/MT | +US$55/MT |
| Butana (C4) | US$660/MT | US$730/MT | +US$70/MT |
Harga CP Aramco menjadi patokan bagi kontrak LPG di seluruh Asia-Pasifik. Kenaikan propana dan butana akan berdampak pada harga LPG non-subsidi di Indonesia, termasuk Bright Gas, pada penyesuaian harga berikutnya. CP November 2026 belum diumumkan dan diperkirakan akan dirilis akhir Oktober.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Gas dan LPG Dunia
- Permintaan Musim Dingin — prediksi suhu musim dingin di belahan bumi utara menjadi faktor utama permintaan gas alam untuk pemanasan, mendorong harga Henry Hub naik tipis
- Stok Gas Eropa — level penyimpanan gas Eropa yang cukup tinggi menjelang musim dingin menekan harga TTF, meski kompetisi dengan Asia tetap ketat
- Permintaan Petrokimia Asia — produsen PDH di China terus meningkatkan pembelian propana sebagai bahan baku propilen, mendukung harga Aramco CP tetap tinggi
- Pasokan LNG Global — ekspor LNG dari Qatar, Australia, dan AS tetap menjadi penyeimbang harga global, meski kapasitas baru belum sepenuhnya online
- Geopolitik Timur Tengah — ketegangan di kawasan tetap menjadi risiko pasokan bagi kargo LNG dari Qatar dan UEA melalui Selat Hormuz
FAQ Seputar Harga LPG dan Gas
Apakah harga LPG 3 kg akan naik tahun ini?
Tidak. Pemerintah sudah mengonfirmasi harga LPG bersubsidi 3 kg tidak naik hingga akhir 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah berulang kali menegaskan komitmen ini sejak April 2026. Anggaran subsidi sudah dialokasikan dalam APBN dan penyaluran dijamin oleh Pertamina.
Mengapa harga Bright Gas tetap sama di Oktober?
Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga Bright Gas di Oktober 2026. Harga terakhir berubah pada 16 September 2026. Meski Aramco CP naik, dampaknya belum diteruskan ke harga ritel. Pertamina biasanya mengevaluasi harga setiap bulan berdasarkan perkembangan pasar global.
Apa bedanya Henry Hub, TTF, dan JKM?
Henry Hub adalah benchmark gas alam Amerika Utara yang diperdagangkan di NYMEX. TTF (Title Transfer Facility) adalah benchmark Eropa yang diperdagangkan di ICE Belanda. JKM (Japan Korea Marker) adalah benchmark LNG spot untuk Asia. Harga berbeda karena perbedaan pasokan, permintaan, dan biaya pengiriman LNG antar kawasan.
Bagaimana harga gas dunia mempengaruhi harga LPG di Indonesia?
Indonesia mengimpor sebagian besar LPG dari Timur Tengah. Saat harga CP Aramco naik, harga LPG non-subsidi (Bright Gas) berpotensi ikut naik pada penyesuaian bulan berikutnya. LPG subsidi tidak terpengaruh karena harganya ditetapkan pemerintah melalui mekanisme HET.
Apakah musim dingin 2026 akan membuat harga gas naik tajam?
Tergantung cuaca. Jika musim dingin lebih dingin dari normal, harga gas bisa naik 30-50%. Namun stok gas Eropa saat ini dilaporkan cukup untuk menghadapi skenario normal. Prediksi NOAA dan ECMWF menjadi acuan utama trader energi global.
Key Takeaways
- LPG 3 kg subsidi tetap Rp19.000 di pangkalan, dijamin tidak naik hingga akhir 2026
- Bright Gas tidak berubah di Oktober, harga tetap Rp107.000 (5,5 kg) dan Rp230.000 (12 kg) di Jawa
- Henry Hub naik tipis ke US$3,18/MMBtu, TTF Eropa turun ke US$13,20/MMBtu, JKM Asia stabil di US$15,50/MMBtu
- Aramco CP Oktober naik signifikan: propana US$680/MT (+US$55), butana US$730/MT (+US$70)
- Beli LPG subsidi di pangkalan resmi untuk harga terbaik dan jaminan takaran
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual komoditas energi. Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. Selalu verifikasi harga terkini dari sumber resmi sebelum melakukan transaksi.
Sumber data: Pertamina Patra Niaga, Kementerian ESDM, WorldOilMonitor, OneValor, OilPriceAPI, TradingEconomics, Reuters, Mizanest | Penulis: Dana Putra