Highlights

  • LPG bersubsidi 3 kg tetap Rp19.000/tabung di pangkalan resmi, harga dijamin tidak naik hingga akhir 2026
  • Bright Gas 5,5 kg Rp107.000 dan 12 kg Rp230.000/tabung, belum ada penyesuaian di Oktober
  • Henry Hub di US$3,02/MMBtu, relatif stabil dengan tren bulanan naik 3% seiring ekspektasi musim dingin
  • TTF Eropa turun 5,83% ke 68,98 euro/MWh (sekitar US$746/1.000 m3), pasokan LNG membaik
  • JKM Asia stabil di US$25,78/MMBtu, kompetisi LNG Eropa-Asia tetap ketat
  • Aramco CP Oktober naik: propana US$680/MT (+US$55), butana US$730/MT (+US$70)

Daftar Isi: Harga LPG Indonesia | Bright Gas | Per Wilayah | Henry Hub | TTF Eropa | JKM Asia | Aramco CP | Faktor Harga | FAQ

Harga LPG Subsidi Hari Ini 6 Oktober 2026

Harga LPG 3 kg hari ini, Senin (06/10/2026), tetap tidak mengalami perubahan. Kementerian ESDM memastikan harga LPG bersubsidi tabung 3 kg tidak naik hingga akhir 2026. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah menjaga harga BBM bersubsidi (Pertalite dan Solar) tetap stabil di tengah fluktuasi harga energi global.

Jenis LPG Harga di Pangkalan Harga di Pengecer Keterangan
LPG 3 kg (Subsidi) Rp19.000 Rp22.000 Tetap (HET)

Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina tetap Rp19.000 per tabung. Di tingkat pengecer, harga mencapai Rp22.000 per tabung sudah termasuk ongkos kirim. Pemerintah mengimbau masyarakat membeli di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga sesuai HET dan jaminan takaran.

Harga LPG Non-Subsidi (Bright Gas)

PT Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga Bright Gas di Oktober 2026. Harga terakhir berlaku sejak 16 September 2026. Meski Aramco Contract Price (CP) propana dan butana Oktober naik signifikan, dampaknya belum diteruskan ke harga ritel Bright Gas.

Produk Harga per September Harga per Oktober Perubahan
Bright Gas 5,5 kg Rp107.000 Rp107.000 Tidak berubah
Bright Gas 12 kg Rp230.000 Rp230.000 Tidak berubah

Harga di atas merupakan Harga Jual Agen Bright Gas untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Harga di tingkat pangkalan biasanya lebih mahal Rp15.000-20.000 per tabung.

Harga Bright Gas per Wilayah Indonesia

Harga Bright Gas bervariasi di setiap wilayah karena faktor ongkos distribusi. Berikut rincian harga agen per Oktober 2026:

Wilayah Bright Gas 5,5 kg Bright Gas 12 kg
Jawa, Bali, NTB Rp107.000 Rp230.000
Sumatera, Kalimantan Rp111.000 Rp232.000
Sulawesi, Maluku Rp100.000 Rp209.000
Papua Rp124.000 Rp267.000
Kepulauan Riau Rp134.000 Rp287.000

Kepulauan Riau menjadi wilayah termahal untuk Bright Gas karena biaya distribusi yang tinggi. Sebaliknya, Sulawesi dan Maluku justru lebih murah dari Jawa karena faktor subsidi distribusi regional.

Harga Gas Alam Dunia: Henry Hub

Henry Hub, benchmark gas alam untuk pasar Amerika Utara, berada di level US$3,02 per MMBtu pada perdagangan 30 September 2026. Harga ini relatif stabil dengan kenaikan tipis 0,40% dari posisi sebelumnya, seiring ekspektasi permintaan pemanasan menjelang musim dingin di belahan bumi utara.

Indikator Nilai Keterangan
Henry Hub (Hari Ini) US$3,02/MMBtu +0,40%
Perubahan Bulanan +3,00% Tren naik
Perubahan Tahunan (YoY) -13,03% Masih di bawah level 2025

Henry Hub terpantau stabil di kisaran US$3,00-an per MMBtu. EIA melaporkan rata-rata harga spot musim panas (Juni-Agustus 2026) di US$2,93/MMBtu. Ekspektasi musim dingin yang lebih dingin dari normal berpotensi mendorong harga naik dalam beberapa pekan ke depan.

TTF Eropa dan JKM Asia

Title Transfer Facility (TTF) di Belanda tercatat di 68,98 euro per MWh (sekitar US$746 per 1.000 meter kubik) pada 29 September 2026, turun 5,83% dari posisi sebelumnya. Sementara Japan Korea Marker (JKM) di Asia stabil di US$25,78 per MMBtu per 5 Oktober 2026.

Benchmark Gas Alam Harga Perubahan Kawasan
Henry Hub US$3,02/MMBtu +0,40% Amerika Utara
TTF 68,98 euro/MWh -5,83% Eropa (Belanda)
JKM US$25,78/MMBtu Stabil Asia (Jepang-Korea)

Penurunan TTF dipicu oleh membaiknya pasokan LNG ke Eropa dan level penyimpanan gas yang cukup tinggi menjelang musim dingin. Level penyimpanan gas Eropa dilaporkan di atas 90%, relatif nyaman untuk menghadapi skenario musim dingin normal. Namun, kenaikan JKM menunjukkan kompetisi antara Eropa dan Asia untuk kargo LNG tetap ketat. Spread JKM-TTF yang menyempit mengindikasikan kedua kawasan bersaing agresif untuk pasokan yang sama.

Harga LPG Internasional: Saudi Aramco CP

Saudi Aramco menetapkan Contract Price (CP) untuk Oktober 2026 lebih tinggi dari bulan sebelumnya, mencerminkan permintaan kuat dari sektor petrokimia Asia. Propana naik US$55/MT dan butana naik US$70/MT dari September, kenaikan terbesar dalam beberapa bulan terakhir.

Produk CP September 2026 CP Oktober 2026 Perubahan
Propana (C3) US$625/MT US$680/MT +US$55 (+8,8%)
Butana (C4) US$660/MT US$730/MT +US$70 (+10,6%)

Harga CP Aramco menjadi patokan bagi kontrak LPG di seluruh Asia-Pasifik. Kenaikan propana dan butana akan berdampak pada harga LPG non-subsidi di Indonesia, termasuk Bright Gas, pada penyesuaian harga berikutnya. CP November 2026 belum diumumkan dan diperkirakan akan dirilis akhir Oktober.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Gas dan LPG Dunia

  • Permintaan Musim Dingin — prediksi suhu musim dingin di belahan bumi utara menjadi faktor utama permintaan gas alam untuk pemanasan, mendorong harga Henry Hub naik tipis
  • Pasokan LNG Eropa — level penyimpanan gas Eropa di atas 90% menekan harga TTF, meski kompetisi dengan Asia tetap ketat
  • Permintaan Petrokimia Asia — produsen PDH di China terus meningkatkan pembelian propana sebagai bahan baku, mendukung harga Aramco CP naik signifikan
  • Geopolitik Timur Tengah — ketegangan di kawasan tetap menjadi risiko pasokan bagi kargo LNG dari Qatar dan UEA
  • Transisi Energi — permintaan gas alam sebagai bahan bakar transisi dari batu bara terus meningkat di Asia Tenggara dan Eropa
  • Stok Eropa Cukup — cadangan gas Eropa yang memadai menjelang musim dingin memberikan buffer terhadap lonjakan harga, namun cuaca ekstrem tetap menjadi risiko

FAQ Seputar Harga LPG dan Gas

Apakah harga LPG 3 kg akan naik tahun ini?

Tidak. Pemerintah sudah mengonfirmasi harga LPG bersubsidi 3 kg tidak naik hingga akhir 2026. Anggaran subsidi sudah dialokasikan dalam APBN dan penyaluran dijamin oleh Pertamina.

Mengapa harga Bright Gas tetap sama di Oktober?

Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga Bright Gas di Oktober 2026. Harga terakhir berubah pada 16 September 2026. Meski Aramco CP naik signifikan (propana +US$55, butana +US$70), dampaknya belum diteruskan ke harga ritel Bright Gas.

Apa bedanya Henry Hub, TTF, dan JKM?

Henry Hub adalah benchmark gas alam Amerika Utara, TTF untuk Eropa, dan JKM untuk Asia. Harga berbeda karena perbedaan pasokan, permintaan, dan biaya pengiriman LNG antar kawasan. Saat ini spread JKM-TTF menyempit, menunjukkan kompetisi ketat antara Eropa dan Asia untuk kargo LNG.

Bagaimana harga gas dunia mempengaruhi harga LPG di Indonesia?

Indonesia mengimpor sebagian besar LPG dari Timur Tengah. Saat harga CP Aramco naik (seperti Oktober ini: propana +8,8%, butana +10,6%), harga LPG non-subsidi (Bright Gas) berpotensi ikut naik pada penyesuaian berikutnya. LPG subsidi tidak terpengaruh karena harganya ditetapkan pemerintah.

Apakah musim dingin 2026 akan membuat harga gas naik tajam?

Tergantung cuaca. Jika musim dingin lebih dingin dari normal, harga gas bisa naik 30-50%. Namun stok gas Eropa saat ini di atas 90%, relatif cukup untuk menghadapi skenario normal. Prediksi NOAA dan ECMWF menjadi acuan utama trader.

Mengapa Aramco CP Oktober naik tajam?

Kenaikan Aramco CP Oktober dipicu oleh meningkatnya permintaan propana dan butana dari sektor petrokimia Asia, terutama pabrik PDH (Propane Dehydrogenation) di China yang beroperasi penuh. Selain itu, pasokan dari kilang Timur Tengah belum sepenuhnya pulih dari maintenance musiman.

Key Takeaways

  • LPG 3 kg subsidi tetap Rp19.000 di pangkalan, dijamin tidak naik hingga akhir 2026
  • Bright Gas tidak berubah di Oktober, harga tetap Rp107.000 (5,5 kg) dan Rp230.000 (12 kg)
  • Henry Hub stabil di US$3,02/MMBtu, TTF Eropa turun ke 68,98 euro/MWh, JKM Asia di US$25,78
  • Aramco CP Oktober naik tajam: propana US$680/MT (+8,8%), butana US$730/MT (+10,6%)
  • Stok gas Eropa di atas 90% memberikan buffer menjelang musim dingin
  • Beli LPG subsidi di pangkalan resmi untuk harga terbaik dan jaminan takaran

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual komoditas energi. Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. Selalu verifikasi harga terkini dari sumber resmi sebelum melakukan transaksi.

Sumber data: Pertamina Patra Niaga, Kementerian ESDM, TradingEconomics, Tindex, EnergyRiskIQ, Reuters | Penulis: Dana Putra