Highlights

  • LPG bersubsidi 3 kg tetap Rp19.000/tabung di pangkalan resmi, pemerintah pastikan tidak naik hingga akhir 2026
  • Bright Gas 5,5 kg Rp107.000 dan 12 kg Rp230.000 di Jawa, harga Papua termahal Rp124.000/Rp267.000
  • Henry Hub melonjak ke US$4,98/MMBtu, naik US$1,86 dalam sepekan akibat gangguan pasokan West Virginia
  • TTF Eropa di US$2.261/1.000 m3 (71,89 euro/MWh), turun 4,07% seiring membaiknya pasokan LNG
  • JKM Asia naik ke US$27,51/MMBtu, kompetisi LNG Eropa-Asia makin ketat jelang musim dingin
  • Aramco CP Oktober naik signifikan: propana US$680/MT (+US$55), butana US$730/MT (+US$70)

Daftar Isi: Harga LPG Indonesia | Bright Gas | Per Wilayah | Henry Hub | TTF Eropa | JKM Asia | Aramco CP | Faktor Harga | FAQ

Harga LPG Subsidi Hari Ini 5 Oktober 2026

Harga LPG 3 kg hari ini, Minggu (05/10/2026), tetap tidak mengalami perubahan. Kementerian ESDM dan Pertamina memastikan harga LPG bersubsidi tabung 3 kg tidak naik hingga akhir 2026. Anggaran subsidi LPG 2026 naik 16,88% menjadi Rp80,3 triliun untuk menjaga stabilitas harga.

Jenis LPG Harga di Pangkalan Harga di Pengecer Keterangan
LPG 3 kg (Subsidi) Rp19.000 Rp22.000-Rp35.000 Tetap (HET)

Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina tetap Rp19.000 per tabung. Di tingkat pengecer, harga bervariasi Rp22.000 hingga Rp35.000 tergantung wilayah dan ketersediaan. Pemerintah mengimbau masyarakat membeli di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga sesuai HET dan jaminan takaran.

Harga LPG Non-Subsidi (Bright Gas)

PT Pertamina Patra Niaga menetapkan harga Bright Gas baru per 1 Oktober 2026. Harga mengalami penyesuaian naik dari periode Agustus-September. Berikut harga agen yang berlaku untuk wilayah Pulau Jawa:

Produk Harga per September Harga per Oktober Perubahan
Bright Gas 5,5 kg Rp102.000 Rp107.000 +Rp5.000
Bright Gas 12 kg Rp218.000 Rp230.000 +Rp12.000

Harga di atas merupakan Harga Jual Agen Bright Gas untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Harga di tingkat pangkalan biasanya lebih mahal Rp15.000-Rp20.000 per tabung. Kenaikan Oktober dipicu oleh Aramco CP yang naik signifikan.

Harga Bright Gas per Wilayah Indonesia

Harga Bright Gas bervariasi di setiap wilayah karena faktor ongkos distribusi. Berikut rincian harga agen per Oktober 2026:

Wilayah Bright Gas 5,5 kg Bright Gas 12 kg
Jawa, Bali, NTB Rp107.000 Rp230.000
Sumatera Rp107.000 Rp222.000-Rp230.000
Sulawesi Rp107.000 Rp230.000-Rp235.000
Papua & Maluku Rp124.000 Rp267.000
Kepulauan Riau (Batam) Rp107.000 Rp230.000

Papua dan Maluku memiliki harga Bright Gas tertinggi karena biaya distribusi yang signifikan ke wilayah timur Indonesia. Di Nabire, harga Bright Gas 12 kg di tingkat pengecer bahkan bisa mencapai Rp500.000 per tabung. Kepulauan Riau mendapat harga kompetitif berkat status Free Trade Zone di Batam.

Harga Gas Alam Dunia: Henry Hub

Henry Hub, benchmark gas alam untuk pasar Amerika Utara, melonjak ke level US$4,98 per MMBtu berdasarkan laporan EIA terbaru. Lonjakan US$1,86 dari US$3,12 pekan sebelumnya dipicu oleh gangguan pasokan di West Virginia dan ketatnya cadangan penyimpanan gas.

Indikator Nilai Keterangan
Henry Hub (EIA Update) US$4,98/MMBtu +59,6% dari pekan lalu
Rata-rata Musim Panas (Jun-Agt) US$2,93/MMBtu Baseline musim panas
Rata-rata September US$3,18/MMBtu Tren naik menuju musim dingin

Kenaikan tajam Henry Hub mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap pasokan gas menjelang musim dingin 2026-2027. Gangguan produksi di Appalachian Basin dan peningkatan ekspor LNG menjadi faktor pendorong utama. Analis memperkirakan harga bisa terus naik jika musim dingin lebih dingin dari normal.

TTF Eropa dan JKM Asia

Title Transfer Facility (TTF) di Belanda tercatat di level 71,89 euro per MWh (sekitar US$2.261 per 1.000 meter kubik) pada 25 September 2026, turun 4,07% dari hari sebelumnya. Sementara Japan Korea Marker (JKM) di Asia naik ke US$27,51 per MMBtu, tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Benchmark Gas Alam Harga Perubahan Kawasan
Henry Hub US$4,98/MMBtu +59,6% Amerika Utara
TTF 71,89 euro/MWh -4,07% Eropa (Belanda)
JKM US$27,51/MMBtu +2,84% Asia (Jepang-Korea)

TTF Eropa turun berkat membaiknya pasokan LNG dan level penyimpanan gas yang mencapai sekitar 90% menjelang musim dingin. Namun, kenaikan JKM menunjukkan kompetisi antara Eropa dan Asia untuk kargo LNG tetap ketat. JKM yang naik 142% year-on-year mencerminkan kekhawatiran defisit pasokan global LNG jangka panjang.

Harga LPG Internasional: Saudi Aramco CP

Saudi Aramco resmi mengumumkan Contract Price (CP) untuk Oktober 2026 dengan kenaikan signifikan dibanding September. Kenaikan ini sejalan dengan kuatnya permintaan dari sektor petrokimia Asia, terutama PDH (Propane Dehydrogenation) di China.

Produk CP September 2026 CP Oktober 2026 Perubahan
Propana (C3) US$625/MT US$680/MT +US$55
Butana (C4) US$660/MT US$730/MT +US$70

Harga CP Aramco menjadi patokan bagi kontrak LPG di seluruh Asia-Pasifik. Kenaikan propana US$55/MT dan butana US$70/MT akan berdampak pada harga LPG non-subsidi di Indonesia, termasuk Bright Gas, pada penyesuaian harga berikutnya. CP November 2026 belum diumumkan dan diperkirakan dirilis akhir Oktober.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Gas dan LPG Dunia

  • Gangguan Pasokan AS — gangguan produksi di West Virginia dan Appalachian Basin mendorong Henry Hub melonjak ke level tertinggi musim ini
  • Musim Dingin 2026-2027 — prediksi suhu musim dingin di belahan bumi utara menjadi faktor utama permintaan gas alam untuk pemanasan
  • Penyimpanan Gas Eropa — level penyimpanan Eropa yang mencapai 90% menekan harga TTF, meski kompetisi dengan Asia tetap ketat
  • Permintaan Petrokimia Asia — produsen PDH di China terus meningkatkan pembelian propana sebagai bahan baku, mendukung harga Aramco CP
  • Ekspor LNG AS — peningkatan kapasitas ekspor LNG dari terminal baru di Gulf Coast menarik pasokan domestik dan mendorong harga Henry Hub
  • Geopolitik Timur Tengah — ketegangan di kawasan tetap menjadi risiko pasokan bagi kargo LNG dari Qatar dan UEA

FAQ Seputar Harga LPG dan Gas

Apakah harga LPG 3 kg akan naik tahun ini?

Tidak. Pemerintah sudah mengonfirmasi harga LPG bersubsidi 3 kg tidak naik hingga akhir 2026. Anggaran subsidi sudah dialokasikan dalam APBN 2026 sebesar Rp80,3 triliun dan penyaluran dijamin oleh Pertamina.

Mengapa harga Bright Gas naik di Oktober 2026?

Kenaikan Bright Gas Oktober 2026 dipicu oleh Aramco CP yang naik signifikan (propana +US$55/MT, butana +US$70/MT). Sebagai importir LPG terbesar, harga internasional langsung mempengaruhi biaya bahan baku Pertamina.

Apa bedanya Henry Hub, TTF, dan JKM?

Henry Hub adalah benchmark gas alam Amerika Utara, TTF untuk Eropa, dan JKM untuk Asia. Harga berbeda karena perbedaan pasokan, permintaan, dan biaya pengiriman LNG antar kawasan. Saat ini JKM (US$27,51) jauh lebih tinggi dari Henry Hub (US$4,98) karena Asia membayar premium untuk LNG.

Bagaimana harga gas dunia mempengaruhi harga LPG di Indonesia?

Indonesia mengimpor sebagian besar LPG dari Timur Tengah. Saat harga CP Aramco naik, harga LPG non-subsidi (Bright Gas) berpotensi ikut naik. LPG subsidi tidak terpengaruh karena harganya ditetapkan pemerintah dan disubsidi penuh dari APBN.

Mengapa Henry Hub bisa naik 60% dalam sepekan?

Lonjakan Henry Hub dipicu oleh gangguan pasokan di West Virginia (Appalachian Basin) yang mengurangi produksi, ditambah meningkatnya ekspor LNG dari terminal Gulf Coast. Kombinasi pasokan yang ketat dan ekspektasi permintaan musim dingin mendorong harga naik tajam.

Apakah musim dingin 2026 akan membuat harga gas naik tajam?

Tergantung cuaca. Jika musim dingin lebih dingin dari normal, harga gas bisa naik 30-50% lagi. Stok gas Eropa saat ini di level 90%, cukup untuk skenario normal. Namun Henry Hub sudah menunjukkan volatilitas tinggi sejak awal Oktober. Prediksi NOAA dan ECMWF menjadi acuan utama trader.

Key Takeaways

  • LPG 3 kg subsidi tetap Rp19.000 di pangkalan, dijamin tidak naik hingga akhir 2026 dengan anggaran subsidi Rp80,3 triliun
  • Bright Gas naik di Oktober: 5,5 kg Rp107.000 dan 12 kg Rp230.000 di Jawa, Papua tetap termahal
  • Henry Hub melonjak ke US$4,98/MMBtu, lonjakan terbesar musim ini akibat gangguan pasokan AS
  • TTF Eropa turun ke 71,89 euro/MWh, penyimpanan gas 90% menjelang musim dingin
  • JKM Asia US$27,51/MMBtu, kompetisi LNG Eropa-Asia makin ketat dengan premium 457% atas Henry Hub
  • Aramco CP Oktober naik tajam: propana US$680/MT (+US$55), butana US$730/MT (+US$70)
  • Beli LPG subsidi di pangkalan resmi untuk harga terbaik dan jaminan takaran

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual komoditas energi. Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. Selalu verifikasi harga terkini dari sumber resmi sebelum melakukan transaksi.

Sumber data: Pertamina Patra Niaga, Kementerian ESDM, EIA, TradingEconomics, Tindex, EnergyRiskIQ, Reuters | Penulis: Dana Putra