Highlights

  • LPG bersubsidi 3 kg tetap Rp19.000/tabung di pangkalan resmi, pemerintah menjamin tidak naik hingga akhir 2026
  • Bright Gas 5,5 kg Rp107.000 dan 12 kg Rp230.000/tabung di Jawa, tidak berubah dari September
  • Henry Hub US$3,04/MMBtu, turun tipis 2,25% dari posisi tertinggi pekan ini
  • TTF Eropa turun ke €75,11/MWh, pasokan LNG ke Eropa membaik menjelang musim dingin
  • Aramco CP Oktober naik signifikan: propana US$680/MT (+8,8%), butana US$730/MT (+10,6%)

Daftar Isi: Harga LPG Indonesia | Bright Gas | Per Wilayah | Henry Hub | TTF Eropa | JKM Asia | Aramco CP | Faktor Harga | FAQ

Harga LPG Subsidi Hari Ini 4 Oktober 2026

Harga LPG 3 kg hari ini, Sabtu (04/10/2026), tetap tidak mengalami perubahan. Kementerian ESDM memastikan harga LPG bersubsidi tabung 3 kg tidak naik hingga akhir 2026. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah menjaga stabilitas harga energi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Jenis LPG Harga di Pangkalan Harga di Pengecer Keterangan
LPG 3 kg (Subsidi) Rp19.000 Rp22.000-Rp25.000 Tetap (HET)

Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina tetap Rp19.000 per tabung. Di tingkat pengecer, harga mencapai Rp22.000-Rp25.000 per tabung sudah termasuk ongkos kirim dan margin pengecer. Pemerintah mengimbau masyarakat membeli di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga sesuai HET dan jaminan takaran.

Harga LPG Non-Subsidi (Bright Gas)

PT Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga Bright Gas di Oktober 2026. Harga terakhir berlaku sejak 16 September 2026. Meski Aramco CP Oktober naik signifikan, dampaknya belum diteruskan ke harga ritel Bright Gas.

Produk Harga per September Harga per Oktober Perubahan
Bright Gas 5,5 kg Rp107.000 Rp107.000 Tidak berubah
Bright Gas 12 kg Rp230.000 Rp230.000 Tidak berubah

Harga di atas merupakan Harga Jual Agen Bright Gas untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Harga di tingkat pangkalan biasanya lebih mahal Rp15.000-20.000 per tabung.

Harga Bright Gas per Wilayah Indonesia

Harga Bright Gas bervariasi di setiap wilayah karena faktor ongkos distribusi. Berikut rincian harga agen per Oktober 2026:

Wilayah Bright Gas 5,5 kg Bright Gas 12 kg
Jawa, Bali, NTB Rp107.000 Rp230.000
Sumatera, Kalimantan Rp111.000 Rp235.000
Sulawesi, Maluku Rp111.000-Rp120.000 Rp235.000-Rp255.000
Papua Rp125.000-Rp134.000 Rp265.000-Rp285.000
Kepulauan Riau (FTZ) Rp100.000-Rp105.000 Rp200.000-Rp210.000

Papua menjadi wilayah termahal untuk Bright Gas karena biaya distribusi yang tinggi. Sebaliknya, Kepulauan Riau (Batam FTZ) justru lebih murah dari Jawa karena status kawasan bebas pajak. Harga di tingkat pangkalan biasanya lebih mahal Rp15.000-20.000 dari harga agen.

Harga Gas Alam Dunia: Henry Hub

Henry Hub, benchmark gas alam untuk pasar Amerika Utara, berada di level US$3,04 per MMBtu pada perdagangan 3 Oktober 2026. Harga ini turun tipis 2,25% dari posisi tertinggi pekan ini US$3,11, namun masih naik 6,08% secara bulanan seiring meningkatnya permintaan menjelang musim dingin.

Indikator Nilai Keterangan
Henry Hub (3 Okt 2026) US$3,04/MMBtu -2,25% dari US$3,11
Perubahan Bulanan +6,08% Tren naik bulanan
Perubahan Tahunan (YoY) -4,70% Lebih rendah dari 2025

Penurunan tipis Henry Hub dipicu oleh profit-taking setelah reli pekan lalu. Namun, ekspektasi permintaan pemanasan menjelang musim dingin di belahan bumi utara tetap menjadi katalis bullish jangka pendek. Laporan penyimpanan EIA mingguan tetap menjadi acuan utama trader.

TTF Eropa dan JKM Asia

Title Transfer Facility (TTF) di Belanda tercatat di €75,11 per MWh (sekitar US$848 per 1.000 meter kubik), turun dari level tertinggi bulan lalu. Sementara Japan Korea Marker (JKM) di Asia tercatat di US$26,38 per MMBtu, naik 24,56% secara bulanan karena kompetisi LNG Eropa-Asia yang tetap ketat.

Benchmark Gas Alam Harga Perubahan Kawasan
Henry Hub US$3,04/MMBtu -2,25% Amerika Utara
TTF US$848/1k m3 Turun dari puncak Eropa (Belanda)
JKM US$26,38/MMBtu +24,56% bulanan Asia (Jepang-Korea)

Penurunan TTF dipicu oleh membaiknya pasokan LNG ke Eropa dan level penyimpanan gas yang cukup tinggi menjelang musim dingin. Namun, kenaikan JKM yang signifikan menunjukkan kompetisi antara Eropa dan Asia untuk kargo LNG tetap ketat. Spread JKM-TTF yang menyempit mengindikasikan kedua kawasan bersaing agresif untuk pasokan yang sama.

Harga LPG Internasional: Saudi Aramco CP

Saudi Aramco menetapkan Contract Price (CP) untuk Oktober 2026 lebih tinggi dari bulan sebelumnya, mencerminkan permintaan kuat dari sektor petrokimia Asia. Kenaikan propana sebesar US$55/MT dan butana US$70/MT menjadi sinyal bullish bagi pasar LPG global.

Produk CP September 2026 CP Oktober 2026 Perubahan
Propana (C3) US$625/MT US$680/MT +US$55 (+8,8%)
Butana (C4) US$660/MT US$730/MT +US$70 (+10,6%)

Harga CP Aramco menjadi patokan bagi kontrak LPG di seluruh Asia-Pasifik. Kenaikan propana dan butana akan berdampak pada harga LPG non-subsidi di Indonesia, termasuk Bright Gas, pada penyesuaian harga berikutnya. CP November 2026 belum diumumkan dan diperkirakan akan dirilis akhir Oktober.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Gas dan LPG Dunia

  • Permintaan Musim Dingin — prediksi suhu musim dingin di belahan bumi utara menjadi faktor utama permintaan gas alam untuk pemanasan, mendukung harga Henry Hub
  • Pasokan LNG Eropa — level penyimpanan gas Eropa yang cukup tinggi menekan harga TTF, meski kompetisi dengan Asia tetap ketat
  • Permintaan Petrokimia Asia — produsen PDH di China terus meningkatkan pembelian propana sebagai bahan baku, mendukung harga Aramco CP
  • Geopolitik Timur Tengah — ketegangan di kawasan tetap menjadi risiko pasokan bagi kargo LNG dari Qatar dan UEA
  • Transisi Energi — permintaan gas alam sebagai bahan bakar transisi dari batu bara terus meningkat di Asia Tenggara dan Eropa

FAQ Seputar Harga LPG dan Gas

Apakah harga LPG 3 kg akan naik tahun ini?

Tidak. Pemerintah sudah mengonfirmasi harga LPG bersubsidi 3 kg tidak naik hingga akhir 2026. Anggaran subsidi sudah dialokasikan dalam APBN dan penyaluran dijamin oleh Pertamina.

Mengapa harga Bright Gas tetap sama di Oktober?

Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga Bright Gas di Oktober 2026. Harga terakhir berubah pada 16 September 2026. Meski Aramco CP naik signifikan (+8,8% propana, +10,6% butana), dampaknya belum diteruskan ke harga ritel.

Apa bedanya Henry Hub, TTF, dan JKM?

Henry Hub adalah benchmark gas alam Amerika Utara, TTF untuk Eropa, dan JKM untuk Asia. Harga berbeda karena perbedaan pasokan, permintaan, dan biaya pengiriman LNG antar kawasan. Saat ini JKM tertinggi karena kompetisi Asia-Eropa untuk pasokan LNG.

Bagaimana harga gas dunia mempengaruhi harga LPG di Indonesia?

Indonesia mengimpor sebagian besar LPG dari Timur Tengah. Saat harga CP Aramco naik (Oktober ini +8-10%), harga LPG non-subsidi (Bright Gas) berpotensi ikut naik pada penyesuaian berikutnya. LPG subsidi tidak terpengaruh karena harganya ditetapkan pemerintah.

Apakah musim dingin 2026 akan membuat harga gas naik tajam?

Tergantung cuaca. Jika musim dingin lebih dingin dari normal, harga gas bisa naik 30-50%. Namun stok gas Eropa saat ini dilaporkan cukup untuk menghadapi skenario normal. Prediksi NOAA dan ECMWF menjadi acuan utama trader.

Key Takeaways

  • LPG 3 kg subsidi tetap Rp19.000 di pangkalan, dijamin tidak naik hingga akhir 2026
  • Bright Gas tidak berubah di Oktober, tetap Rp107.000 (5,5 kg) dan Rp230.000 (12 kg) di Jawa
  • Henry Hub US$3,04, TTF Eropa turun ke €75,11/MWh, JKM Asia naik ke US$26,38
  • Aramco CP Oktober naik signifikan: propana US$680/MT (+8,8%), butana US$730/MT (+10,6%)
  • Beli LPG subsidi di pangkalan resmi untuk harga terbaik dan jaminan takaran

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual komoditas energi. Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. Selalu verifikasi harga terkini dari sumber resmi sebelum melakukan transaksi.

Sumber data: Pertamina Patra Niaga, Kementerian ESDM, TradingEconomics, Tindex, Alkimia LLC, IDNFinancials | Penulis: Dana Putra