INDUSTRY.co.id - JAKARTA, Peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang keimigrasian terus dilakukan melalui transformasi digital dan perluasan akses layanan bagi masyarakat.
Sejumlah inovasi dihadirkan, mulai dari kemudahan pengajuan paspor secara daring melalui aplikasi M-Paspor, penerapan paspor elektronik berbasis biometrik, hingga perluasan fasilitas autogate di sejumlah bandara internasional.
Koordinator Fungsi Komunikasi Publik Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Achmad Nur Saleh, mengatakan transformasi tersebut ditujukan untuk memangkas waktu dan tahapan yang harus dilalui masyarakat saat mengakses layanan keimigrasian.
Melalui aplikasi M-Paspor, masyarakat dapat mengisi dan mengunggah dokumen dari rumah. Pemohon kemudian cukup datang ke kantor imigrasi untuk menjalani proses wawancara dan pengambilan foto. Setelah seluruh tahapan terpenuhi, paspor dapat diselesaikan dalam empat hari kerja dan memiliki masa berlaku hingga 10 tahun.
Perluasan akses layanan juga dilakukan dengan meresmikan 18 kantor imigrasi baru. Kehadiran kantor-kantor tersebut diharapkan membuat pelayanan keimigrasian semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat di berbagai daerah.
Di sisi keamanan dokumen perjalanan, paspor elektronik kini telah diterapkan secara penuh dengan dukungan pengaman biometrik serta validasi data kependudukan melalui Dukcapil. Sistem tersebut dirancang untuk memperkuat keaslian identitas dan mempersempit ruang pemalsuan dokumen.
Transformasi serupa juga terlihat pada layanan pemeriksaan di pintu keberangkatan. Fasilitas autogate terus diperluas untuk mempercepat proses pemeriksaan keimigrasian.
Saat ini, terdapat tambahan 78 titik autogate di Bandara Soekarno-Hatta, 90 titik di Bandara I Gusti Ngurah Rai, dan 28 titik di Bandara Juanda.
Dengan perluasan tersebut, proses pemeriksaan penumpang dapat dilakukan dalam hitungan detik tanpa harus melalui antrean panjang. Selain mempercepat mobilitas penumpang, sistem autogate juga dilengkapi mekanisme pemeriksaan berbasis data dan biometrik untuk memperkuat aspek keamanan.
Rangkaian inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan keimigrasian yang semakin cepat, aman, efisien, serta mudah diakses masyarakat.
"Transformasi layanan keimigrasian ini kami hadirkan untuk memberikan kemudahan yang nyata bagi masyarakat. Dengan proses yang semakin digital, layanan yang semakin dekat, serta dukungan teknologi biometrik dan autogate, kami terus berupaya menghadirkan pelayanan yang cepat, aman, dan efisien,” ujar Achmad Nur Saleh.