INDUSTRY.co.id, Jakarta - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) akan segera mengalokasikan dana hasil aksi korporasinya itu untuk menutup kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga beberapa tahun kedepan.

Advertisement

"Perseroan menyiapkan capex US$ 1 miliar atau setara sekitar Rp 13 triliun mulai tahun ini hingga 2019 mendatang," kata Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan TPIA, Suryandi melalui keterangan tertulisnya di Jakarta (8/9/2017).

Ia menambahkan, sebagian sumber dana berasal dari rights issue yang baru dilakukan. Seperti diketahui, perusahaan baru saja menuntaskan proses pelepasan 279,74 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp18.000 per saham.

Advertisement

"Dari perhelatan ini, TPIA mengantongi dana Rp5,03 triliun. TPIA akan menggunakan kombinasi pinjaman dan kas internal untuk menutup sisa kebutuhan capex tersebut," terangnya.

Lebih lanjut Suryandi menjelaskan, capex akan digelontorkan secara bertahap. Tahun ini, nilai yang dikeluarkan sebesar US$ 165 juta. Per kuartal I lalu, serapannya setara sekitar US$ 22 juta. Tahun depan, TPIA akan mengeluarkan lebih besar lagi. Capex yang dialokasikan untuk tahun depan sebesar US$ 353 juta. Periode 2019 menjadi periode kebutuhan capex paling besar. Pada periode ini, TPIA menyiapkan capex hingga US$ 493 miliar.

Advertisement

Memiliki permodalan yang cukup kuat, memacu perseroan untuk menyiapkan pengembangan bisnis. Pertama, TPIA tengah melakukan perluasan pabrik butadine yang diestimasikan memakan biaya US$ 42 juta. Pabrik baru tersebut diharapkan sudah bisa beroperasi pada kuartal II 2018. "Keberadaan pabrik itu akan menambah kapasitas produksi butadine menjadi 137 ribu ton dari sebelumnya hanya 37 ribu ton," ucapnya.

Selanjutnya, perusahaan juga akan meningkatkan kapasitas naphtha cracker. Ekspansi ini diperkirakan memakan biaya US$ 45 juta dan direncanakan akan mulai beroperasi pada kuartal I 2020. Ketiga, TPIA menargetkan akan mengoperasikan pabrik polyethylene baru pada kuartal IV 2019. Investasi ini manajemen memperkirakan akan memakan biaya sebesar US$ 356 juta.

Advertisement

"Dengan menambah satu pabrik, kapasitas produksi pabrik polyethylene yang saat ini sebesar 336 ribu ton per tahun, bisa bertambah 400 ribu ton per tahun. Total kapasitas produksi polyethylene menjadi 736 ribu ton per tahun," sebut Suryandi.

Selain itu, proyek yang masih dalam perencanaan, TPIA akan memperluas polypropylene yang diestimasikan membutuhkan dana sebesar S$ 15 juta. "Dengan perluasan pabrik polypropylene bisa menambah kapasitas produksi polypropylene dari 480 ribu ton per tahun, menjadi 590 ribu ton atau naik 110 ribu ton per tahun," imbuhnya.

Terakhir, TPIA juga berencana mendiversifikasi produk melalui membangun pabrik Methyl Tertiary Butyl Ether (MTBE) dan Butene-1. "Kedua pabrik ini sebelumnya tidak dimiliki TPIA. Perusahaan akan menutup sebagian dana capex itu dari perolehan rights issue," pungkasnya.