INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Jannah Firdaus memperkuat posisinya di industri perjalanan Umrah dan Haji Indonesia setelah meraih penghargaan “PPIU of The Year” kategori Kinerja Operasional dalam ajang Anugerah Perjalanan Suci Indonesia 2026 yang digelar pada 31 Agustus 2026 dan ditayangkan melalui tvOne.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya Jannah Firdaus membangun layanan perjalanan ibadah yang terintegrasi, mulai dari Indonesia hingga Arab Saudi. Di saat yang sama, perusahaan menyiapkan sejumlah agenda pengembangan untuk memperbesar skala bisnis sekaligus meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kepada jamaah.

CEO Jannah Firdaus, Mr Wael Ahmed, mengatakan penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian perusahaan, melainkan bentuk kepercayaan yang membawa tanggung jawab lebih besar untuk menjaga kualitas layanan.

“Alhamdulillah, tentunya kami sangat bersyukur dan merasa terhormat atas penghargaan ini. Bagi kami, penghargaan ini bukan hanya sebuah pencapaian, tetapi juga merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab yang lebih besar kepada seluruh jamaah dan masyarakat,” ujar Mr Wael Ahmed.

Menurut dia, penghargaan tersebut juga menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperluas akses masyarakat terhadap perjalanan Umrah dan Haji yang aman dan nyaman.

“Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh tim Jannah Firdaus serta para jamaah yang telah memberikan kepercayaan kepada kami. InsyaAllah, pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan agar semakin banyak masyarakat dapat menunaikan ibadah Umrah dan Haji dengan mudah, aman, nyaman, serta mendapatkan pelayanan terbaik sejak keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air,” lanjutnya.

Dalam ajang tersebut, kehadiran Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Dahnil Anzar Simanjuntak bersama sejumlah pemangku kepentingan memperlihatkan semakin strategisnya industri perjalanan ibadah dalam ekosistem ekonomi nasional. Perbankan, maskapai, perhotelan, telekomunikasi, asosiasi penyelenggara Haji dan Umrah, lembaga pengelola dana Haji hingga perusahaan pembiayaan turut hadir dalam forum tersebut.

Jannah Firdaus melihat sinergi lintas sektor menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong peningkatan kualitas layanan perjalanan ibadah. Bagi perusahaan, penguatan operasional tidak hanya dilakukan melalui pengembangan produk perjalanan, tetapi juga dengan membangun infrastruktur dan ekosistem sendiri.

“Ke depan kami tidak ingin berhenti hanya pada pencapaian ini. Kami akan terus melakukan inovasi dan memperkuat ekosistem pelayanan Jannah Firdaus, mulai dari proses pendaftaran, persiapan keberangkatan, akomodasi, transportasi, visa, handling, hingga pelayanan jamaah selama berada di Tanah Suci,” jelas Mr Wael Ahmed.

Salah satu strategi yang dijalankan adalah memperkuat kontrol terhadap berbagai mata rantai perjalanan jamaah. Jannah Firdaus telah memiliki sejumlah infrastruktur pendukung di Arab Saudi, termasuk muassasah, layanan provider visa, serta jaringan akomodasi dan hotel di Makkah dan Madinah.

Perusahaan juga mengandalkan jaringan cabang serta tim handling di Makkah, Madinah dan Jeddah, ditambah Tour Leader dan Muthowwif yang kompeten dan bersertifikat. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga konsistensi pelayanan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pihak ketiga dalam sejumlah aspek operasional.

“Saya percaya salah satu kekuatan Jannah Firdaus adalah kami tidak hanya menjual paket perjalanan, tetapi terus membangun sebuah ekosistem pelayanan Umrah dan Haji yang terintegrasi dari Indonesia hingga Tanah Suci. Jadi, yang kami bangun bukan hanya perjalanan Umrah atau Haji, tetapi pelayanan menyeluruh yang dapat memberikan rasa aman, kemudahan, dan kenyamanan bagi jamaah,” kata Mr Wael Ahmed.

Dari sisi tata kelola, Jannah Firdaus mengantongi izin resmi PPIU dan PIHK, terakreditasi A serta menerapkan standar ISO 9001:2015. Perusahaan yang berdiri sejak 2003 itu juga terus mendorong digitalisasi melalui sistem pendaftaran dan transaksi online terintegrasi.

Digitalisasi menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memberikan kemudahan bagi jamaah dalam memperoleh informasi, melakukan pendaftaran hingga menyelesaikan berbagai kebutuhan administrasi perjalanan.

Tidak berhenti pada penguatan layanan yang sudah berjalan, Jannah Firdaus juga mulai menyiapkan visi ekspansi yang lebih besar. Direktur Jannah Firdaus, Bapak Rahmat Syam, mengatakan perusahaan telah memiliki hotel sendiri di Makkah sebagai bagian dari strategi membangun ekosistem yang lebih mandiri.

“Saat ini kami telah memiliki hotel sendiri di Makkah sebagai salah satu bentuk komitmen dalam meningkatkan pelayanan kepada jamaah. Dengan memiliki infrastruktur sendiri, kami berharap kualitas akomodasi dapat semakin terjaga dan pelayanan kepada jamaah menjadi semakin maksimal,” ujar Rahmat.

Lebih jauh, perusahaan bahkan membuka kemungkinan untuk masuk lebih dalam ke bisnis transportasi udara. Kepemilikan pesawat sendiri menjadi salah satu visi jangka panjang Jannah Firdaus untuk meningkatkan efisiensi perjalanan sekaligus membuka peluang menghadirkan paket Umrah dengan harga lebih kompetitif.

“InsyaAllah, ke depan kami juga memiliki visi untuk memiliki pesawat sendiri. Tentunya tujuan utama kami adalah memaksimalkan pelayanan, meningkatkan efisiensi perjalanan, serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan paket Umrah dengan harga yang semakin terjangkau,” lanjutnya.

Strategi tersebut menunjukkan arah pengembangan Jannah Firdaus yang tidak hanya bertumpu pada penjualan paket perjalanan. Perusahaan berupaya menguasai lebih banyak komponen dalam rantai nilai bisnis Umrah dan Haji, mulai dari akomodasi, visa, transportasi, handling hingga layanan digital.

Langkah tersebut sekaligus menjadi respons terhadap perubahan perilaku konsumen. Jannah Firdaus menilai calon jamaah kini semakin selektif dalam memilih penyelenggara perjalanan ibadah. Harga tetap menjadi pertimbangan, tetapi aspek legalitas, rekam jejak, kepastian keberangkatan, kualitas hotel, pelayanan di Arab Saudi, pendampingan ibadah dan kemudahan teknologi semakin menentukan keputusan.

“Kami melihat peluang industri Umrah dan Haji ke depan masih sangat besar. Namun masyarakat saat ini juga semakin selektif. Mereka tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga melihat legalitas, kualitas pelayanan, kepastian keberangkatan, akomodasi, pendampingan ibadah, teknologi, serta rekam jejak perusahaan,” kata Mr Wael Ahmed.

Dengan kondisi tersebut, persaingan industri perjalanan Umrah dan Haji diperkirakan tidak lagi hanya berkutat pada harga paket. Kemampuan penyelenggara membangun kepercayaan, menjaga kepastian layanan dan memiliki infrastruktur pendukung akan menjadi faktor pembeda.

“Kami melihat masa depan industri ini berada pada perusahaan yang mampu membangun kepercayaan, infrastruktur, teknologi dan ekosistem pelayanan yang kuat. Karena itu Jannah Firdaus akan terus meningkatkan kapasitas operasional, memperkuat pelayanan dari Indonesia hingga Arab Saudi serta menghadirkan berbagai inovasi dan pilihan paket yang semakin kompetitif,” ujarnya.

Bagi Jannah Firdaus, penghargaan PPIU of The Year menjadi momentum untuk memperkuat fondasi bisnis, bukan sekadar menambah portofolio penghargaan. Perusahaan menempatkan konsistensi pelayanan dan kepercayaan jamaah sebagai ukuran utama keberlanjutan bisnis.

“Bagi kami, penghargaan bukanlah tujuan utama. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kami dapat mempertahankan kepercayaan jamaah dan masyarakat. Kepercayaan tidak bisa dibangun hanya melalui komunikasi atau penghargaan, tetapi harus dibuktikan melalui pelayanan yang konsisten,” jelas Mr Wael Ahmed.

Ia menegaskan perusahaan akan terus menjaga transparansi, profesionalisme dan kualitas layanan sembari membuka ruang evaluasi dari jamaah, mitra dan media.

“Penghargaan ini bukan akhir dari perjalanan kami. Ini adalah amanah untuk terus memberikan pelayanan yang lebih baik. Jannah Firdaus ingin terus bertumbuh, berinovasi, dan membangun ekosistem perjalanan Umrah dan Haji yang semakin kuat, sehingga semakin banyak masyarakat dapat menuju Baitullah dengan mudah, aman, nyaman, dan terjangkau,” pungkasnya.