INDUSTRY.co.id - Jakarta, Danantara menargetkan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 tidak hanya menjadi ajang balap motor paling bergengsi di Indonesia, tetapi juga mampu menghadirkan sport tourism berkelas dunia dengan potensi perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp5 triliun.

Balapan yang akan digelar pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi edisi kelima MotoGP Mandalika sekaligus yang pertama sejak InJourney berada di bawah naungan Danantara. 

Momentum tersebut diharapkan memperkuat sinergi lintas BUMN dalam mendukung penyelenggaraan event internasional.

Optimisme tersebut berkaca pada penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 yang mencatat dampak ekonomi signifikan. Ajang tersebut menghasilkan multiplier effect sebesar Rp4,96 triliun, menarik lebih dari 140 ribu penonton selama tiga hari penyelenggaraan, melibatkan lebih dari 600 pelaku UMKM, serta menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal.

Dari sisi promosi global, MotoGP Mandalika juga membukukan Advertising Value Equivalent (AVE) sebesar 361,6 juta euro dengan jangkauan siaran ke lebih dari 200 negara. 

Komposisi penonton didominasi wisatawan domestik sebesar 84 persen, sedangkan 16 persen lainnya merupakan wisatawan mancanegara yang turut menggerakkan sektor pariwisata, transportasi, perdagangan, hingga ekonomi kreatif.

Bagi Danantara, MotoGP tidak hanya dipandang sebagai agenda olahraga internasional, melainkan instrumen strategis untuk meningkatkan daya saing Indonesia melalui penguatan industri pariwisata, penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, hingga pengembangan talenta motorsport nasional.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan tahun ini menjadi momentum baru karena merupakan penyelenggaraan MotoGP pertama di bawah koordinasi Danantara.

"Ini tahun pertama penyelenggaraan MotoGP di bawah Danantara. Tentu harapannya kita punya ekspektasi lebih. Dengan adanya Danantara, seharusnya ekosistem Danantara bisa mendukung penyelenggaraan event ini," ujar Dony.

Untuk memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, Dony menggelar rapat koordinasi bersama jajaran InJourney, ITDC, dan MGPA pada Rabu (29/7). 

Dalam pertemuan tersebut, ia meminta seluruh panitia memperhatikan setiap aspek penyelenggaraan secara detail agar MotoGP Mandalika mampu menghadirkan pengalaman kelas dunia bagi pembalap, tim, maupun penonton.

Menurutnya, kesuksesan sebuah ajang internasional tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses persiapan yang matang dan koordinasi lintas pihak.

"Tidak ada yang instan untuk menghasilkan sesuatu yang besar, sama dengan MotoGP. Karena itu saya berharap kepanitiaan betul-betul detail melakukan preparation. PR-nya cukup besar untuk teman-teman di ITDC dan MGPA sehingga harapannya event ini bisa berjalan dengan baik," kata Dony.

Ia menegaskan Danantara akan memberikan dukungan penuh melalui kolaborasi seluruh ekosistem BUMN agar penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 berlangsung sukses.

"Apa yang akan dibantu, akan dibantu oleh tim dari Danantara untuk menyukseskan event ini."

Dengan target dampak ekonomi yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, MotoGP Mandalika 2026 diharapkan kembali menjadi katalis pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia.