INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Grinding Gear Games resmi mengumumkan ekspansi terbaru untuk Path of Exile bertajuk Curse of the Allflame yang akan dirilis pada 24 Juli waktu PDT. Ekspansi ini membawa pemain dalam petualangan laut yang penuh bahaya di perairan Wraeclast, lengkap dengan mekanisme eksplorasi baru, sistem crafting yang diperbarui, peningkatan konten endgame, hingga kelas Ascendancy terbaru.

Dalam ekspansi ini, pemain akan dipandu oleh kapten bajak laut Valerie dan navigator terkutuk Vesper untuk menyusun kembali peta harta karun yang tercerai-berai, menaiki kapal legendaris The Sovereign, dan menjelajahi dasar lautan demi menemukan relik berharga sambil menghadapi ancaman mematikan yang bersembunyi di bawah permukaan laut.

Setiap ekspedisi dimulai menggunakan Bathysphere, kendaraan bawah laut yang ditenagai Allflame dan mampu mencapai dasar samudra. Untuk bertahan hidup, pemain harus menempatkan Allflame Lanterns secara strategis guna mengusir air di sekitarnya dan menciptakan area aman sementara. Di dasar laut, pemain akan menemukan harta karun kuno, monster laut, hingga formasi karang unik yang menghasilkan Dead Man's Sulphur, sumber daya penting yang digunakan untuk menopang ekspedisi sekaligus mempertahankan kutukan Vesper.

"Setiap pertemuan harus diselesaikan sebelum cahaya lentera mulai memudar. Saat kegelapan datang, makhluk-makhluk yang bersembunyi di luar cahaya akan menyerang, sehingga Bathysphere menjadi satu-satunya jalan untuk melarikan diri," demikian dijelaskan pengembang.

Setiap ekspedisi yang berhasil diselesaikan akan menghasilkan Chart baru yang dapat disusun pada Voyage Board untuk membentuk satu perjalanan besar yang saling terhubung di dasar laut. Setiap Chart memiliki pengubah (modifier) yang memengaruhi Chart lain maupun keseluruhan perjalanan, mulai dari mengubah hasil jarahan menjadi emas, memanggil ubur-ubur sekutu, memperkuat monster, hingga menghadirkan tantangan baru. Kombinasi hingga sembilan Chart memungkinkan pemain meningkatkan tingkat kesulitan sekaligus potensi hadiah secara signifikan.

Voyage Board juga menghadirkan sistem Corruption Currents yang berubah secara acak pada setiap perjalanan sehingga mendorong pemain menyusun strategi baru demi memperoleh hadiah yang lebih besar. Beberapa Chart khusus bahkan membuka lokasi rahasia seperti ladang jangkar penuh harta karun, pengiriman Kalguuran yang hilang, hingga jurang Abyss yang tenggelam.

Dead Man's Sulphur juga menjadi elemen utama dalam sistem Allflame Crafting yang tersedia di kapal The Sovereign. Melalui sistem ini, pemain dapat menggabungkan sebuah item, mata uang crafting, dan Dead Man's Sulphur untuk menciptakan berbagai kemungkinan hasil crafting dalam bentuk "bayangan". Pemain dapat memilih satu hasil terbaik, sementara seluruh kemungkinan lainnya akan hilang secara permanen.

"Sebagian besar mata uang crafting dapat digunakan melalui sistem ini sehingga memberikan kendali yang lebih besar terhadap proses crafting yang mahal maupun berisiko tinggi," tulis pengembang. Namun, setiap penggunaan membuat item semakin tidak berwujud sehingga jumlah kemungkinan hasil crafting pada percobaan berikutnya akan terus berkurang.

Ekspansi ini juga memperkenalkan Ancient Ducats, artefak langka peninggalan para penguasa bajak laut Wraeclast yang membuka efek crafting eksklusif. Beberapa di antaranya adalah Kishara's Ducat yang mampu menciptakan beberapa salinan item dengan tetap mempertahankan modifier, Genteel's Ducat yang dapat mengubah persyaratan atribut, serta Brinehook's Ducat yang memberikan Aspect baru yang terinspirasi dari dewa-dewa kuno Wraeclast.

Grinding Gear Games turut menjadikan Mercenaries of Trarthus sebagai mekanisme permanen mulai Act 3. Pemain dapat menantang para tentara bayaran dalam duel demi memperoleh emas, perlengkapan mereka, sekaligus merekrut mereka sebagai sekutu sementara. Mercenary yang ditemui di Map juga dapat dipanggil kembali melalui sistem Warrants maupun diperdagangkan kepada pemain lain.

Sebagai pendukung fitur tersebut, kelas Scion memperoleh Ascendancy baru bernama Luminary yang memungkinkan pemain merekrut, melengkapi, dan mengustomisasi Mercenary secara permanen sehingga membuka berbagai kombinasi karakter baru.

Pada sisi endgame, pengembang melakukan pembaruan besar terhadap mekanisme Abyss dan Legion. Abyss kini menghadirkan pertempuran yang lebih cepat tanpa pemain harus mengejar retakan di peta, dilengkapi Atlas Passive Tree baru, Scarab baru, serta Pinnacle Boss yang menghadirkan hadiah eksklusif.

Sementara itu, Legion memperoleh sistem hadiah baru berupa Vestigial Unique Items. Legion Generals kini dapat menjatuhkan Enshrouding Crystals yang memungkinkan modifier dari satu Unique Armour dipindahkan ke item unik lainnya. Sistem pertarungan Legion juga dibuat lebih ringkas dengan pelacakan progres yang lebih jelas.

Selain itu, pemain kini dapat menemukan Atlas Anomalies, lokasi misterius yang muncul akibat ketidakstabilan Atlas setelah tindakan Zana. Area ini menghadirkan berbagai aktivitas mandiri tanpa membutuhkan Map untuk memasukinya, termasuk bertemu Cadiro Perandus, Reflecting Mists, Heist, Expedition, Sacred Grove, hingga berbagai mekanisme lainnya.

Grinding Gear Games juga melakukan salah satu pembaruan terbesar terhadap sistem spellcasting dan perkembangan karakter awal. Warna socket kini didesain ulang sehingga pemain bebas memasang skill gem dengan warna apa pun pada perlengkapan yang saling terhubung, sementara bonus kualitas tetap mempertahankan fungsi warna socket sebagai bagian dari progres permainan.

"Spellcasting juga menerima penyeimbangan menyeluruh, termasuk pembeda archetype elemen, peningkatan Ascendancy berbasis Intelligence, penguatan caster staves, serta hadirnya Exceptional Skill Gems baru bernama Pacts," ungkap pengembang. Setiap Pact menghadirkan kemampuan baru bagi spell yang dilemparkan langsung oleh karakter dengan konsekuensi kutukan iblis yang kuat.

Bersamaan dengan peluncuran ekspansi ini, Grinding Gear Games juga menghadirkan dua seri Supporter Pack baru, yakni The Plague dan Remidus. Paket tersebut berisi poin dalam game beserta koleksi kosmetik eksklusif seperti Armour Set, Weapon Skin, Pet, Hideout, Portal, Map Device, hingga berbagai dekorasi lainnya yang bersifat visual dan tidak memberikan keuntungan terhadap gameplay maupun perkembangan karakter. Seluruh kosmetik tersebut juga kompatibel dengan Path of Exile 2.