INDUSTRY.co.id - BALI – FL Technics Indonesia, perusahaan penyedia layanan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) bersertifikasi FAA Part-145, resmi mengoperasikan aircraft painting booth terbaru di fasilitasnya yang berlokasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

Fasilitas pengecatan pesawat yang mulai beroperasi pada akhir Juni 2026 tersebut menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat kapabilitas layanan MRO terintegrasi di kawasan Asia Tenggara.

Tak lama setelah mulai beroperasi, tepatnya pada 30 Juni 2026, FL Technics Indonesia menerima pelanggan pertamanya, yakni Skyway Airlines, maskapai kargo asal Filipina yang mengoperasikan armada Boeing 737-400F.

Proyek perdana ini mencakup pengecatan livery pesawat ketiga milik Skyway Airlines yang kemudian diterbangkan ke Clark International Airport, Filipina, untuk mengikuti seremoni peresmian pada 3 Juli 2026.

Chairman FL Technics Indonesia Martynas Grigas mengatakan kehadiran fasilitas pengecatan pesawat di Bali merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan layanan MRO yang semakin lengkap bagi maskapai di kawasan.

"Kehadiran aircraft painting booth khusus di Bali merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan MRO yang semakin komprehensif di kawasan ini," ujar Martynas Grigas, Senin (6/7/2026). 

"Kami bangga menyambut Skyway Airlines sebagai pelanggan pertama yang memanfaatkan fasilitas ini. Dalam beberapa bulan ke depan, kami telah mengamankan sejumlah proyek pengecatan pesawat lainnya, sekaligus menerima permintaan yang terus meningkat dari berbagai operator di Asia Tenggara yang membutuhkan layanan ini." tambahnya. 

Fasilitas aircraft painting booth tersebut melengkapi jaringan layanan MRO FL Technics Indonesia yang saat ini beroperasi melalui dua fasilitas utama di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Kedua fasilitas itu telah mengantongi lebih dari 20 sertifikasi dari otoritas penerbangan sipil dan didukung oleh lebih dari 700 tenaga ahli aviasi.

Dibangun sesuai standar industri internasional, fasilitas pengecatan di Bali dirancang untuk menangani berbagai proyek pengecatan livery dengan tingkat presisi tinggi, efisiensi operasional, serta kepatuhan terhadap regulasi penerbangan.

Lokasinya yang strategis juga memungkinkan maskapai di Indonesia maupun Asia Tenggara memperoleh layanan pengecatan tanpa harus melakukan ferry flight jarak jauh atau mengirim pesawat ke fasilitas MRO di luar negeri.

Peresmian fasilitas ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan MRO di Asia Tenggara. Lamanya waktu pengiriman pesawat baru mendorong operator memperpanjang masa operasional armada yang ada melalui layanan pemeliharaan dan perawatan, termasuk pengecatan ulang livery untuk mendukung proses rebranding, transisi wet lease, maupun program return-to-service.

Bagi operator kargo, keberadaan fasilitas pengecatan yang lebih dekat dengan basis operasional juga dinilai mampu mengurangi waktu henti pesawat (operational downtime) sekaligus menekan biaya ferry flight.