INDUSTRY.co.id - Jakarta - Persaingan pasar air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia semakin ketat dengan hadirnya berbagai merek baru. Meski begitu, AQUA masih menunjukkan dominasinya sebagai merek air mineral paling laris dan paling diminati masyarakat di berbagai daerah Indonesia.

Temuan tersebut terungkap dalam riset yang dilakukan Diskursus Network & Ecosystem pada Juni 2026. Survei melibatkan 1.033 responden yang terdiri dari pedagang dan outlet di 10 kota besar Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo, Semarang, Malang, Bali, Medan, Makassar, dan Balikpapan.
 
Dari hasil riset tersebut, sebanyak 589 outlet atau sekitar 57 persen responden menyebut AQUA sebagai merek air mineral yang paling banyak terjual di tempat usaha mereka.
 
Angka tersebut menempatkan AQUA di posisi teratas dibandingkan merek AMDK lainnya secara nasional. Temuan ini memperlihatkan kuatnya posisi AQUA di tengah persaingan industri yang terus berkembang.
 
Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat poin utama yang menguatkan posisi AQUA di pasar AMDK Indonesia, yaitu menjadi merek paling laris secara nasional, unggul di banyak kota, paling diminati konsumen secara nasional, serta tetap menjadi pilihan utama di berbagai wilayah.
 
Kuatnya posisi AQUA dinilai tidak hanya didorong faktor harga. Konsumen juga mempertimbangkan kualitas produk, tingkat kepercayaan terhadap merek, hingga kebiasaan membeli yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.
 
Secara wilayah, dominasi AQUA terlihat cukup menonjol. Di Bali misalnya, hampir seluruh responden atau 98 persen menyebut AQUA sebagai produk paling laris. Sementara di Solo angkanya mencapai 80 persen, Malang 75 persen, Medan 74 persen, Surabaya 66 persen, Makassar 42 persen, dan Balikpapan 41 persen.
 
Temuan ini menunjukkan bahwa kekuatan AQUA tidak hanya terjadi di tingkat nasional, tetapi juga konsisten di berbagai daerah.
 
Beberapa responden juga mengungkapkan alasan tingginya penjualan produk tersebut. Salah satu pemilik toko kelontong di Bali menyebut AQUA laris karena sudah lebih dahulu dikenal masyarakat. Sementara responden di Medan mengatakan produk tersebut telah lama dikenal dibandingkan merek lainnya.
 
Selain faktor popularitas, kualitas air juga menjadi pertimbangan utama konsumen. Dalam survei tersebut, sebanyak 42,5 persen responden menyebut rasa dan kualitas air sebagai alasan utama konsumen memilih produk AMDK.
 
Angka itu lebih tinggi dibandingkan pertimbangan harga yang berada di angka 24,8 persen, maupun faktor lain seperti promosi dan variasi kemasan.
 
Seorang responden di Solo menyebut produk dipilih karena memiliki sumber air terpercaya, higienis, serta dinilai terlindungi dengan baik.
 
Faktor kepercayaan dan kebiasaan juga masih menjadi alasan penting. Di Surabaya, salah satu responden menyebut AQUA menjadi pilihan karena dianggap sebagai merek pionir yang telah lebih dulu hadir dan sudah terbiasa dikonsumsi pelanggan.
 
Sementara di Solo, beberapa responden menggambarkan AQUA sebagai merek yang sudah ternama, terpercaya, dan dikenal luas masyarakat.
 
Sebagai pelopor AMDK di Indonesia sejak era 1970-an, AQUA telah hadir lebih dari lima dekade dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Distribusi yang luas hingga ke toko kelontong, kios, warung, minimarket, dan supermarket juga menjadi faktor pendukung kuatnya posisi merek tersebut.
 
Meski pasar AMDK kini semakin kompetitif, hasil riset ini menunjukkan AQUA masih mempertahankan posisinya sebagai salah satu merek dengan tingkat penjualan dan minat konsumen tertinggi di Indonesia.
 
Namun perlu dicatat, hasil riset ini merupakan persepsi dan observasi pedagang serta outlet mengenai merek paling laris di tempat usaha mereka, dan bukan audit berdasarkan volume transaksi penjualan secara langsung.