INDUSTRY.co.id - Jakarta – Riuh tepuk tangan memenuhi ruang utama Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) akhir pekan lalu. Bangunan bersejarah yang telah menjadi saksi perjalanan seni sejak abad ke-19 itu kembali menemukan denyutnya melalui “Isyana Sarasvati Intimate Acoustic Concert”, sebuah pertunjukan yang menghadirkan kehangatan, spontanitas, dan kematangan musikal dari salah satu musisi paling berpengaruh di Indonesia saat ini.

Konser yang digelar melalui kerja sama Unit Pengelola Gedung Pertunjukan Seni Budaya (UP GPSB) Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dengan Redrose Entertainment tersebut menjadi bukti bahwa ruang seni bersejarah masih memiliki daya pikat kuat bagi publik. 

Tiket untuk dua sesi pertunjukan, pukul 16.00 dan 19.30 WIB, bahkan ludes terjual.

Kepala UP GPSB Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Rinaldi, menilai konser tersebut selaras dengan filosofi Gedung Kesenian Jakarta sebagai rumah bagi pertunjukan seni berkualitas.

“Kami mengapresiasi dan menyambut baik atas pertunjukan musik berkelas, yang digelar oleh Redrose Entertainment bertajuk 'Isyana Sarasvati Intimate Acoustic Concert' di Gedung Kesenian Jakarta,” ujar Rinaldi dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, gedung yang pertama kali digunakan pada 7 Desember 1821 dengan nama Schouwburg itu sejak awal memang dipersembahkan sebagai ruang bagi karya-karya seni terbaik. Karena itu, pertunjukan Isyana dianggap berhasil menghidupkan kembali semangat yang terkandung dalam sejarah panjang bangunan cagar budaya tersebut.

“Pertunjukan musik akustik yang hangat dan penuh talenta kemahiran seni berkualitas oleh Redrose dan Isyana, telah berhasil menguatkan kembali filosofi Gedung Kesenian Jakarta,” kata Rinaldi.

Malam itu, Isyana tidak hanya tampil sebagai penyanyi. Ia hadir sebagai pencerita yang mengajak penonton menelusuri perjalanan musikalnya. Konser tersebut terinspirasi dari proyek Lexicoustic yang pernah direkamnya di lokasi yang sama saat pandemi.

“Bentuknya kebalikan dari konser ini, dimana setengah lingkaran panggung digunakan dan penontonnya kosong,” ujar Isyana mengenang proses kreatif beberapa tahun lalu.

“ Tapi akhirnya, setelah lima tahun, sekarang ada penontonnya,” lanjutnya, disambut tepuk tangan meriah dari para penonton.

Dalam format akustik yang intim, Isyana membawakan sederet lagu pilihan seperti Tetap Dalam Jiwa, Keep Being You, Sikap Duniawi, Hari Ini, Mad, Winter Song, I’m on My Way, Ada-Ada Aja, Under God’s Plan, Babel, Unlock The Key, hingga Terima Kasih Dariku. Aransemen yang memadukan unsur pop, jazz, rock, klasik, dan opera memperlihatkan spektrum musikal yang menjadi ciri khasnya.

Di sela pertunjukan, Isyana juga membagikan cerita di balik penyelenggaraan konser yang berlangsung tanpa dukungan sponsor.

“Tiket untuk dua show hari ini, sold out,” ungkapnya.

Dengan gaya bercanda yang mengundang tawa penonton, ia menambahkan, “Berarti hari ini temanya adalah ‘Me, Myself, and I’. Jadi, thank you banget buat semuanya. Kalau enggak berkat kalian beli habis tiketnya di Show I, di Show II, boncos kita.”

Keberhasilan konser tersebut turut mendapat apresiasi dari sejumlah pengamat dan pelaku industri kreatif. Pengamat musik Adib Hidayat menilai pertunjukan itu sarat kejutan, spontanitas, dan akrobat musikal yang menjadi identitas kuat Isyana.

“Celetukan Isyana tentang sponsor, mengulang pantun, sampai paling pecah minta pangku suaminya yang duduk di tengah penonton. Sebuah kemasan show yang layak dibawa tur ke kota-kota lain,” tulis Adib melalui akun Instagram pribadinya.

Apresiasi serupa datang dari sutradara dan produser film Riri Riza yang turut menyaksikan penampilan tersebut.

“The Queen... Stripped down to Isyana Sarasvati - Gedung Kesenian Jakarta. The ever amazing, super singer pianist,” tulis Riri melalui akun media sosialnya.

Bagi Gedung Kesenian Jakarta, konser ini bukan sekadar pertunjukan musik. Ia menjadi pengingat bahwa ruang seni akan selalu hidup ketika bertemu dengan karya yang mampu menghadirkan pengalaman, memori, dan emosi bagi publik. Dan melalui konser akustik yang hangat itu, Isyana Sarasvati berhasil membuktikan bahwa musik yang jujur dan dekat dengan penonton masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.