INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, dalam upaya mencapai visi Indonesia menjadi basis produksi industri otomotif dan komponen kelas dunia, diperlukan upaya serius dari seluruh pemangku kepentingan.
"Salah satu upayanya adalah memperkuat struktur industri otomotif melalui peningkatan kemampuan industri komponen dan infrastruktur teknologi," ungkap Airlangga di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (31/8/2017).
Selain itu, lanjut Airlangga, peningkatan daya saing industri otomotif melalui peningkatan kemampuan SDM dan manajemen industri. "Tidak kalah pentingnya, peningkatan penguasaan teknologi dan R&D industri otomotif sangat diperlukan," terangnya.
Menurut Menperin, pasar dalam negeri yang terus berkembang, seyogyanya menjadi pendorong bagi pelaku usaha industri otomotif untuk terus mengembangkan industri komponen guna memperdalam struktur industri nasional.
"Potensi pasar dalam negeri sebagai basis kekuatan industri harus bisa menarik bagi investor untuk terus mengembangkan produk-produk yang dibutuhkan masyarakat dengan harha yang kompetitif," kata Menperin.
Lebih lanjut, Airlangga menegaskan, tantangan industri otomotif kedepannya akan semakin berat, sebagai dampak dari persaingan globalisasi yang semakin ketat dan tidak lagi mengenal batas-batas wilayah.
"Dalam menghadapi dan mengantisipasi ketatnya persaingan global tersebut, peningkatan daya saing, penguasaan teknologi dan peningkatan SDM, mutlak dilakukan serta mendapatkan perhatian serius dari pemerintah mauoun pemangku kepentingan lainnya," tegas Airlangga.
Selain tantangan tersebut, di kawasan ASEAN saat ini telah memasuki babak baru yaitu MEA, dimana pergerakan barang dan jasa maupun tenaga kerja sudah semakin bebas sehingga akan berdampak pada semakin ketatnya persaingan.
"Hal tersebut harus disikapi dan diantisipasi bersama-sama oleh pemerintah beserta pemangku kepentingan agar industri dalam negeri tidak tergerus oleh masuknya barang-barang impor secara bebas," pungkasnya.