INDUSTRY.co.id, Jakarta-Satu video singkat yang viral di jagat maya. Tampak seorang pria melangkah gagah ke arah bibir pantai, dikelilingi puluhan pengikut yang tampak siap memberi standing ovation untuk sebuah mukjizat.
Yang terjadi kemudian: bukan laut yang terbelah, melainkan penonton yang terbelah antara tawa dan panik.
Awalnya suasana mirip pertunjukan jalanan: musik hati-hati, tepuk tangan sebentar, lalu pose dramatis.
Sang "Musa dadakan" berdiri memandang lautan, mengangkat tangan, dan mengeluarkan perintah—atau mungkin cuma berteriak keras—agar air segera membuka jalan.
Alih-alih terbukanya lautan, sesuatu yang jauh lebih sederhana dan bisa diprediksi terjadi: ombak besar datang menghajar wilayah dangkal itu.
Klise komedi segera terpenuhi. Pria itu berubah rupa dari orator tenang menjadi pelari sprinter amatir; langkahnya mendadak seperti dikejar deadline. Pengikut-pengikut yang tadi bersemangat bertingkah layaknya korban acara game show, berhamburan ke arah pantai untuk menyelamatkan diri.
Seorang pria lain dalam grup justru tetap duduk tenang, asyik membaca ayat-ayat dari kitab — entah doa, entah petunjuk evakuasi yang terlambat.
Video, yang diklaim sebagian netizen terekam di pantai Ethiopia meski tanpa konfirmasi resmi, melesat viral setelah akun X @RT_com membagikannya. Hingga berita ini ditulis, tayangan tersebut sudah meraih ratusan ribu tontonan dan memicu tsunami komentar serta meme kreatif dari netizen.
Beberapa tanggapan warganet bernada geli:
"Musa dapat tongkat, ini dapat... TikTok views," salah satu warganet menyindir.
"Latihan mukjizat: step 1, cek pasang surut; step 2, jangan lupa pelampung," tulis netizen lain.
"Skenario: 1% mukjizat, 99% sprint ke darat," bunyi komentar yang lain.
Dari sisi keselamatan, peristiwa ini jadi pengingat: drama untuk konten kadang kalah cepat dengan hukum fisika. Para pengguna media sosial diingatkan agar tidak meniru aksi berbahaya demi sensasi. Alih-alih memecah laut, lebih bijak memecah tawa dari pantai—dengan selimut kering di tangan.