INDUSTRY.co.id - Industri sawit dan sektor konstruksi diprediksikan akan membaik di tahun 2017. Dari laporan yang dipublikasikan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) bahwa pemerintah memproyeksi ekonomi indonesia tumbuh pada kisaran 4,9 hingga 5,1 persen.
“Tingkat pertumbuhan ekonomi yang sedikit terakselerasi ke level 5% menjaga stabilitas outlook industri yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit, kontruksi, properti, bank, dan pembiayaan,” kata Ekonom Pefindo Ahmad Mikail dalam risetnya, Kamis (22/12/2016).
Perusahaan kebun sawit, ujarnya, punya outlook stabil seiring permintaan produk CPO dan turunannya masih terus tumbuh seiring besarnya jumlah penduduk Indonesia dan terus bertumbuhnya permintaan dari sektor industri.
"Opitmalisasi pengelolaan kebun dapat dilakukan untuk mendapatkan hasil produksi yang maksimal di tengah moratorium ekspansi lahan kelapa sawit yang diberlakukan pemerintah," tuturnya.
Adapun stabilitas sektor konstruksi ditopang oleh kenaikan permintaan pembangunan infrastruktur dari APBN 2017 dan dukungan regulasi pemerintah yang mendukung percepatan pembangunan infrastruktur.
Menurut Mikail, risiko sektor konstruksi berasal dari kegagalan diversifikasi ke bisnis non-konstruksi. Utamanya, akibat beralihnya perusahaan konstruksi dari pelaksana pembangunan proyek menjadi pemilik proyek. Akibatnya, emiten akan terpapar risiko-risiko, seperti rendahnya nilai pengembalian investasi, dan masalah arus kas akibat proyek yang belum memasuki fase operasi.
"Industri properti masih penuh tantangan tahun depan, penurunan permintaan masih berlanjut. Kami juga liha leverage tinggi pada sebagian pemain karena utang besar untuk menyelesaikan proyek," pungkasnya.(iaf)