Pemimpin Tanpa Kepemimpinan

Oleh : Reza A.A Wattimena | Senin, 28 Agustus 2017 - 17:36 WIB

Reza A.A Wattimena, Dosen Hubungan Internasional, President University, Peneliti di PresidentCenter for International Studies (PRECIS)
Reza A.A Wattimena, Dosen Hubungan Internasional, President University, Peneliti di PresidentCenter for International Studies (PRECIS)

INDUSTRY.co.id - Kita memang hidup di dunia yang menarik. Banyak hal justru semakin diminati, karena ia kehilangan isi utamanya. Misalnya; bir tanpa alkohol, kopi tanpa kafein, sekolah tanpa pendidikan, hubungan percintaan tanpa komitmen, dan, yang paling menarik, pemimpin tanpa kepemimpinan. Semuanya adalah kerangka tanpa isi, namun justru menjadi gejala umum yang banyak terjadi di masyarakat kita. Tentu saja, dampaknya juga beragam.

Pemimpin adalah jabatan formal. Biasanya, orang menyebutnya sebagai manajer, bos atau direktur. Kepemimpinan adalah isi utama dari seorang pemimpin, termasuk nilai-nilai yang ia miliki di dalam membuat keputusan. Pemimpin tanpa kepemimpinan sama seperti sekolah tanpa pendidikan, itu tak berguna, dan justru menghambat perkembangan.

Di Indonesia, berulang kali, saya menyaksikan sendiri hadirnya sosok pemimpin tanpa kepemimpinan. Orang memegang jabatan tinggi di berbagai organisasi, baik itu pemerintah, bisnis ataupun institusi pendidikan tinggi, namun tak memiliki nilai-nilai kepemimpinan. Biasanya, mereka menduduki jabatan tinggi itu bukanlah karena prestasi yang baik, melainkan karena politik menjilat yang mereka lakukan dengan gencar kepada pemimpin sebelumnya.

Apa saja yang merupakan nila-nilai dasar kepemimpinan? Saya melihat tiga hal mendasar. Pertama, seorang pemimpin harus memiliki jiwa ksatria. Ia berani berkorban untuk orang-orang yang ia pimpin, demi kebaikan bersama seluruh organisasi, dan masyarakat luas. Tanpa sikap ini, seorang pemimpin akan jatuh menjadi pengecut kerdil yang mengancam keberadaan seluruh organisasi.

Dua, seorang pemimpin sejati perlu memiliki dua hal, yakni visi panjang ke depan yang terumuskan secara baik dalam strategi jangka panjang, serta sikap pragmatis untuk mewujudkan visi tersebut secara nyata dan bertahap dalam kerja sehari-hari. Tanpa visi yang jelas, kebijakan sehari-hari menjadi tanpa arah. Tanpa sikap pragmatis, visi yang dicantumkan hanya menjadi mimpi semata. Keduanya terjadi, ketika seorang pemimpin tidak memiliki nilai-nilai kepemimpinan.

Tiga, sikap ilmiah juga merupakan unsur penting dalam kepemimpinan. Ada dua sikap ilmiah dasar, yakni sikap kritis dan keberanian menguji ide-ide baru. Sikap kritis berarti kemauan untuk mempertanyakan setiap informasi yang ada, sehingga orang tidak menggunakan fitnah dan gosip sebagai dasar pembuatan keputusan. Keberanian menguji ide-ide baru berarti keberanian bereksperimen untuk menemukan cara yang paling tepat, guna mengembangkan organisasi.   

Pada akhirnya, seorang pemimpin sejati, yakni pemimpin yang memiliki nilai-nilai kepemimpinan, harus bisa menyebarkan inspirasi ke lingkungan sekitarnya, dan masyarakat luas. Inspirasi itu lalu melahirkan beragam kepemimpinan baru di berbagai tingkat kehidupan masyarakat. Inilah yang disebut kepemimpinan kolektif. Jika ini bisa berkembang, maka nilai-nilai kepemimpinan akan menjadi nilai-nilai bersama yang melahirkan budaya unggul dan sistem yang berkesinambungan di masyarakat.

Untuk menciptakan keadilan dan kemakmuran bersama di masyarakat, kehadiran seorang pemimpin sejati amatlah diperlukan. Sebaliknya, kehadiran para pemimpin organisasi yang tak memiliki nilai-nilai kepemimpinan bagaikan parasit yang merusak kehidupan bersama. Mereka menghisap sumber daya organisasi, namun kinerjanya amatlah rendah, dan bahkan merugikan organisasi.

Pertanyaannya, mau sampai kapan kehadiran para pemimpin parasit ini dibiarkan?

Reza A.A Wattimena, Dosen Hubungan Internasional, President University, Peneliti di PresidentCenter for International Studies (PRECIS)

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT. CAR SOME INDONESIA (Carsome), sebuah perusahaan penyedia layanan jual beli mobil berbasis aplikasi digital.

Jumat, 21 Juni 2019 - 06:09 WIB

Carsome Diduga Melanggar Aturan dalam Praktik Bisnis Jual Beli Mobil

Masyarakat Peduli Hukum Teknologi Indonesia (MPHTI) melayangan aduannya ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terkait praktik jual beli yang dilakukan PT. CAR SOME INDONESIA (Carsome),…

Jenny Widjaja, selaku pendiri Paberik Mie tampak antusias menyambut pengunjung menikmati kuliner mie ayam sehat dan alami

Jumat, 21 Juni 2019 - 05:50 WIB

Waralaba Paberik Mie, Bisnis Sehat dan Aman

Bagi Anda pengunjung Pekan Raya Jakarta, JIExpo Kemayoran selain menikmati hiburan live musik, kurang pas tanpa menjajaki aneka kuliner disana. Dari bermacam aneka kuliner yang hadir disana,…

Volvo Trucks Indonesia memberi gebrakan baru bagi dunia truk di Indonesia, Volvo memperkenalkan inovasi terbarunya yang bernama Volvo Dynamic Steering.

Jumat, 21 Juni 2019 - 03:46 WIB

Volvo Trucks Hadirkan Inovasi Setir Mobil Anti Lelah

Volvo Trucks Indonesia memberi gebrakan baru bagi dunia truk di Indonesia. Pada demonstrasi produk di Sentul Kamis (20/6/2019). V

Pemenang Traveloka Experience

Kamis, 20 Juni 2019 - 23:16 WIB

Traveloka Xperience Hadir Tawarkan Ribuan Pengalaman Menyenangkan di Seluruh Dunia

Tahukah Anda bahwa kebutuhan hiburan dan gaya hidup orang Indonesia meningkat secara signifikan belakangan ini? Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) sejak 2015 hingga 2017, secara…

Lion Air (Ist)

Kamis, 20 Juni 2019 - 22:00 WIB

Lion Air Mengajak Millennials Traveling Jelajahi Destinasi Indonesia

Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group hari ini mengumumkan program promo yang bertemakan #wujudkanmimpiterbang untuk rute penerbangan domestik. Tarif spesial ini bertepatan…