INDUSTRY.co.id - Jakarta, Di tengah dinamika ekonomi global yang terus bergerak, Citi Indonesia menutup tahun 2025 dengan catatan yang solid. Laba bersih tumbuh 10% menjadi Rp2,8 triliun, ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 7% serta disiplin dalam menjaga efisiensi operasional.
Kinerja ini tidak hanya tercermin pada angka laba, tetapi juga pada indikator fundamental yang tetap kuat. Return on Equity (ROE) mencapai 14,4%, sementara Return on Assets (ROA) berada di level 3,8%. Dari sisi likuiditas, rasio Liquidity Coverage (LCR) dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) masing-masing berada di 264% dan 168%—jauh melampaui batas minimum regulator. Adapun rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) tercatat sebesar 38,5%, mempertegas komitmen perusahaan terhadap prinsip kehati-hatian.
CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi, menekankan bahwa konsistensi arah strategi menjadi landasan utama kinerja perseroan sepanjang tahun buku 2025. Dalam pernyataannya, ia menyoroti bagaimana fokus yang terjaga pada lini bisnis inti mampu mendorong hasil yang solid sekaligus berkelanjutan.
“Pada tahun 2025, Citi Indonesia membukukan kinerja yang baik dengan membukukan laba bersih sebesar Rp2,8 triliun. Pencapaian ini didorong oleh strategi yang terfokus pada ketiga lini bisnis inti kami yang saling terhubung, yaitu Banking, Markets, dan Services,” ujarnya.
Lebih lanjut, Batara menjelaskan bahwa disiplin dalam eksekusi strategi menjadi faktor pembeda. Perusahaan memprioritaskan inisiatif-inisiatif strategis yang berdampak langsung terhadap kinerja, tercermin dari peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 7% serta pengelolaan beban operasional yang tetap efisien dan stabil.
Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan refleksi dari pertumbuhan yang berkesinambungan serta komitmen jangka panjang Citi Indonesia dalam mendukung kemajuan perekonomian nasional, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dan regulator perbankan.
Sepanjang tahun, lini bisnis Banking menunjukkan performa yang konsisten, mempertegas posisi Citi sebagai mitra strategis bagi klien multisektor—mulai dari korporasi lokal hingga institusi global. Sementara itu, sinergi antara Banking dan Services juga melahirkan inisiatif penting, termasuk penyelenggaraan Citi Data Centre Day pertama di kawasan Asia Selatan. Forum ini menjadi wadah kolaborasi lintas industri untuk membahas masa depan infrastruktur pusat data yang berkelanjutan, sejalan dengan agenda transformasi digital nasional.
Peran Citi dalam berbagai transaksi strategis turut mencerminkan kapabilitasnya di ranah corporate banking. Di antaranya, penyaluran fasilitas pinjaman perdagangan bilateral senilai $30 juta kepada PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk serta pinjaman modal kerja Rp1 triliun kepada PT Tower Bersama Infrastructure Tbk.
Di level global, jaringan Citi juga memainkan peran penting. Keterlibatan sebagai Joint Lead Manager dan Bookrunner dalam penerbitan obligasi global perdana senilai $1 miliar untuk PT Pertamina Hulu Energi (PHE), serta peran sebagai konsultan keuangan eksklusif dalam merger XL Axiata dan Smartfren menjadi bukti nyata jangkauan internasional yang terintegrasi.
Pada lini Treasury and Trade Solutions (TTS), pertumbuhan tetap terjaga dengan peningkatan 3% dibandingkan tahun sebelumnya. Ekspansi layanan melalui solusi omnicollection memperluas jangkauan ke sektor ritel dan e-commerce, sementara transformasi digital terus dipercepat melalui migrasi ke platform CitiDirect V3 serta pengembangan integrasi Host-to-Host dan API.
Program Pembiayaan Rantai Pasokan juga menunjukkan perkembangan signifikan, dengan pertumbuhan jumlah pemasok terdaftar sebesar 16%. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha lokal, khususnya dalam konteks geografis Indonesia yang tersebar.
Di sisi lain, bisnis Investor Services aktif berkolaborasi dengan regulator melalui berbagai forum strategis sepanjang tahun, memastikan kesiapan menghadapi dinamika pasar sekaligus menjaga standar layanan.
Sementara itu, lini Markets terus memperkuat posisinya, khususnya di pasar valuta asing dan obligasi. Pengakuan sebagai ‘Best Sellside 2025 untuk Obligasi Mata Uang Lokal’ dari Asset Benchmark Research menjadi penegasan atas kepemimpinan tersebut. Dukungan platform digital seperti CitiFX Gateway, CitiFX Pulse, hingga CitiConnect semakin memperkuat kemampuan Citi dalam menghadirkan solusi terintegrasi bagi klien.
Dengan fondasi yang kokoh dan strategi yang terarah, Citi Indonesia menutup tahun 2025 bukan sekadar dengan pertumbuhan, tetapi juga dengan pijakan yang semakin kuat untuk melangkah ke depan.