INDUSTRY.co.id - Jakarta – Mayapada Healthcare (IDX: SRAJ) terus memperkuat layanan kanker melalui Oncology Center dengan menghadirkan teknologi Kedokteran Nuklir dan Teranostik berupa PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan berstandar global di Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS). Teknologi ini memungkinkan diagnosis penyakit hingga tingkat seluler dan molekuler, menjadikannya salah satu inovasi pencitraan paling canggih yang masih terbatas di Indonesia.
Kehadiran PET-CT dan SPECT-CT dari Siemens Healthineers menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem layanan kanker terintegrasi di jaringan Mayapada Hospital. Dengan kemampuan pemindaian seluruh tubuh (whole-body imaging), teknologi ini memberikan hasil yang lebih tajam, paparan radiasi atau dosis radiofarmaka lebih rendah, serta waktu pemeriksaan yang lebih cepat, sehingga meningkatkan akurasi diagnosis sekaligus efektivitas terapi.
President Director & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, menegaskan bahwa investasi ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan. “Ini bukan sekadar penambahan teknologi, tetapi upaya membangun ekosistem Oncology Center yang lengkap dan modern, sehingga pasien dapat memperoleh diagnosis akurat dan terapi tepat tanpa harus ke luar negeri,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa ekspansi teknologi ini akan berlanjut ke sejumlah unit lain, termasuk Mayapada Hospital Tangerang dan Surabaya, serta PET-CT di Bandung pada tahun mendatang. Penguatan layanan ini didukung kolaborasi klinis dengan mitra strategis kelas dunia seperti Apollo Hospitals India, dan National University Hospital (NUH) Singapura, serta penerapan standar internasional Joint Commission International (JCI) yang telah diraih MHJS, dengan fokus pada keselamatan pasien dan akurasi di setiap tahap perawatan.
Sebagai unit pertama dalam jaringan Mayapada Hospital dr. Fiktorius Kuludong, MM, Hospital Director Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyampaikan bahwa kehadiran teknologi ini juga meningkatkan patient experience secara menyeluruh melalui pendekatan Comprehensive Cancer Care.
“Dalam menangani kasus kanker konpleks, kami berkomitmen pada We Walk EveryJourney with C.A.R.E (Compassion, Advanced, Responsive, Experts) di mana kami menemani setiap perjalanan pasien (patient journey) melalui pendampingan menyeluruh oleh tim Patient Navigator agar pasien dan keluarga mendapatkan alur perawatan yang lebih terkoordinasi, efektif, dan nyaman, didukung teknologi advanced serta keahlian dan kolaborasi aktif tim dokter multidisiplin Tumor Board untuk memastikan penanganan yang terpersonalisasi dan berbasis bukti dengan pendekatan patient-centered-care.”

Teknologi PET-CT dan SPECT-CT diinstalasikan di Nuclear Medicine & Molecular Theranostic Center. Selain untuk diagnosis, teknologi ini juga mendukung terapi yang menargetkan sel kanker secara spesifik dengan dampak minimal pada jaringan sehat. Proses terapi dilakukan di ruang khusus Radioactive Isolation Room (RIR) yang dirancang dengan sistem keamanan radiasi serta jendela alami agar pasien dapat menjalani terapi nuklir dengan aman dan nyaman.
Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir MHJS, dr. Lim Andreas, Sp. KN, menjelaskan bahwa kebutuhan utama pasien, khususnya pada kasus yang dicurigai kanker, adalah kepastian diagnosis yang akurat. “PET-CT dan SPECT-CT memiliki peran yang sangat krusial bagi banyak pasien kanker, baik dalam deteksi dini, maupun dalam diagnosis dan deteksi kekambuhan kanker serta memantau respons terapi secara akurat. Keduanya memiliki fungsi yang saling melengkapi. PET-CT digunakan untuk mengevaluasi aktivitas/metabolisme sel mendeteksi penyakit, menentukan penyebaran, serta memantau respons terapi, sementara SPECT-CT berfungsi menilai fungsi berbagai organ dan membantu perencanaan terapi.”
“Seluruh prosedur menggunakan radiofarmaka dengan dosis aman sesuai standar, yang dalam waktu 30 hingga 180 menit dapat terdistribusi optimal untuk menghasilkan pemindaian menyeluruh sekaligus mendukung terapi yang lebih presisi dan personal,” jelasnya.
dr. Andreas turut menyampaikan bahwa kehadiran teknologi PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan juga mendukung tim dokter sejawat di lintas unit Mayapada Hospital dalam mendeteksi dan menangani kanker. “Dengan integrasi teknologi ini, kolaborasi tim dokter multidisiplin dapat berjalan lebih optimal, sehingga setiap keputusan klinis dan perencanaan terapi semakin komprehensif dan akurat, serta berfokus pada hasil klinis terbaik bagi pasien,” tambahnya.
Mayapada Healthcare bekerja sama dengan Siemens Healthineers sebagai mitra teknologi. President Director Siemens Healthineers Indonesia, Alfred Fahringer, menyatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan memperluas akses diagnostik kanker presisi di Indonesia serta meningkatkan efisiensi praktik klinis. Selain itu, kedua pihak juga menjalankan program transfer knowledge mulai dari instalasi hingga optimalisasi penggunaan teknologi dalam praktik klinis.
Dengan integrasi teknologi canggih, kolaborasi multidisiplin, dan standar internasional, Oncology Center Mayapada Hospital kini semakin memperkuat posisinya sebagai pusat layanan kanker terintegrasi di Indonesia, menghadirkan diagnosis yang lebih pasti, terapi yang lebih presisi, serta pengalaman perawatan yang lebih nyaman bagi pasien di Indonesia.