INDUSTRY.co.id - Cikarang - PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp329,4 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Cikarang, Jawa Barat, Jumat (17/4). Nilai tersebut setara dengan Rp70 per saham, mencerminkan strategi perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan ekspansi.

“Pembagian dividen ini merupakan perwujudan dari komitmen Perseroan untuk memberikan nilai tambah yang berkelanjutan kepada para pemegang saham,” ujar Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso.

Keputusan tersebut ditopang oleh kinerja keuangan yang tetap solid sepanjang 2025. Di tengah pelemahan industri otomotif domestik, DRMA justru mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 7% secara tahunan. Perseroan juga membukukan laba bersih Rp667 miliar, atau Rp617 miliar setelah penyesuaian negative goodwill.

Manajemen menegaskan bahwa pembagian dividen tidak hanya didorong oleh capaian kinerja, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan ekspansi jangka panjang. Hal ini tercermin dari alokasi belanja modal sebesar Rp400 miliar pada tahun ini yang difokuskan untuk maintenance serta pengembangan produk baru guna menjaga daya saing.

Perseroan juga membuka peluang penyesuaian belanja modal apabila terdapat rencana akuisisi strategis. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, DRMA mengandalkan arus kas internal serta fasilitas perbankan yang tersedia, dengan tetap menjaga struktur permodalan yang sehat.

Pada kesempatan yang sama, RUPST juga menetapkan perubahan dalam jajaran direksi. Yosaphat Panuturi Simanjuntak mengundurkan diri setelah hampir dua dekade mengabdi sejak 2006. Posisi tersebut digantikan oleh Dian Eka Hartiningsih yang memiliki pengalaman lebih dari 19 tahun di industri otomotif dan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur di PAKO Group, bagian dari PT Astra Otoparts Tbk.

Dengan kombinasi pembagian dividen yang signifikan dan strategi ekspansi yang terukur, DRMA berupaya menjaga kepercayaan investor sekaligus memperkuat daya tahan bisnis di tengah tantangan industri otomotif nasional.